Resume Marine Ecology

Josua Leo Petra 230210080005

Benny Yohanes 230210080027

Universitas Padjajaran

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Program Studi Ilmu Kelautan

Materi kuliah:

  1. Pengenalan Ekologi
  2. Ekosistem
  3. Ekologi Laut Tropis ( habitat, relung, adaptasi dan evolusi )
  4. Niche / relung
  5. Siklus Biogeokimia
  6. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan secara Terpadu.

Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haekal (1834-1914). Dia menyatakan ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos yang artinya “habitat” dan logos yang artinya “ilmu”. Dan Ekologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup, dan interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungan habitatnya.

Read More>>>

STUDI KASUS EKOSISTEM MANGROVE DI PALABUHAN RATU KAB. SUKABUMI

Josua Leo Petra 230210080005

Benny Yohanes 230210080027

Universitas Padjajaran

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Program Studi Ilmu Kelautan

EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI PALABUHAN RATU

Wilayah Kabupaten Sukabumi berada pada posisi 6057’-7025’ Lintang Selatan dan 106049’-107000’ bujur timur. Dengan batas  wilayah di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor, di sebelah Selatan berbatasan dengan samudera hindia, Kabupaten Cianjur di sebelah Timur, dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak. Dari letaknya yang berada di pantai selatan pulau Jawa, membuat teluk Palabuhan Ratu ini berhubungan langsung dengan Samudera Hindia sekaligus menjadi tempat bermuaranya sungai-sungai.

Karakteristik umum oseanografi wilayah pesisir Sukabumi adalah kondisi Samudera Hindia, dengan ciri batimetri laut dalam, berombak besar dan keadaan arus yang dipengaruhi oleh pasang surut, angin, densitas serta pengaruh masukan air dari muara sungai. Jika dilihat dari segi karakteristik umum oseanografi wilayah pesisir Sukabumi ini, sangatlah dibutuhkan peran sumberdaya hayati seperti mangrove dan terumbu karang, mengingat fungsi sumberdaya hayati tersebut sangatlah berarti dalam melindungi daerah pesisir pantai Sukabumi dari abrasi laut.

Read More>>>

Analisis Kasus Konversi Lahan Pesisir di Pulau X

Interaksi Mangrove di Pulau X

Lahan hutan mangrove yang terbentang di pesisir Pulau X memiliki luas hampir 1000 hektar. Dengan luas lahan yang ada, lahan mangrove ini kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk menjalankan roda perekonomiannya. Masyarakat setempat dapat mengambil kayu, dedaunan dari pohon mangrove dan biota perairan yang hidup di wilayah perairan mangrove untuk mencukupi kebutuhannya. Hutan mangrove ini juga mampu memberikan banyak manfaat bagi stabilitas lingkungan sekitar yang dapat ditinjau dari sisi ekologisnya sebagai penghalang erosi garis pantai, angin ribut dan gelombang laut. Selain menguntungkan dari segi ekonomi dan ekologi, hutan mangrove juga berperan sebagai tempat berkembang biak (nursery ground), pemijahan (spawning ground), dan mencari makan (feeding ground) bagi biota perairan dan hewan darat mangrove.

1. Permasalahan dan Pembahasan

Read More>>>