Pemanfaatan Hutan Mangrove

BAB 1. Sonneratia caseolaris (L.) Engl.

http://richmountain.wordpress.com/flora/bakau/

1.1. Klasifikasi Ilmiah:

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Myrtales
Famili: Lythraceae
Genus: Sonneratia

Spesies:    Sonneratia caseolaris

http://richmountain.wordpress.com/flora/bakau/

1.2. Pembahasan

Apple Mangrove (Sonneratia sp.) merupakan pohon bakau dengan akar nafas yang muncul vertikal dari dalam tanah. Tumbuhan ini mampu menangkap dan menahan endapan, menstabilkan tanah habitatnya, serta bertindak sebagai Pionir yang memagari daratan dari kondisi laut dan angin dalam pembentukan formasi hutan bakau di kawasan pantai. Buah Apple Mangrove dapat dimakan secara langsung. Rasa asam dan aroma yang khas, serta tekstur buah yang lembut membuat Apple Mangrove cocok diolah menjadi sirup. Selama ini buah tersebut tidak dimanfaatkan oleh Masyarakat Pesisir Pantai.

http://www.scribd.com/doc/30552023/pkmk

1.3. Pemanfaatan

Pengolahan fisik buah Apple Mangrove menjadi sirup merupakan bentuk pengawetan buah yang memiliki kuantitas buah yang tinggi dalam masa 2 kali panennya. Hal tersebut juga merupakan bentuk dari pemanfaatan yang efektif dan marketable karena hasil olahan tersebut memiliki rasa, aroma yang khas, selain itu juga memiliki nilai keunggulan tersendiri yang mampu bersaing dengan produk sirup buah yang lain.

http://www.scribd.com/doc/30552023/pkmk

1.4. Kandungan Komponen Khusus

Nilai keunggulan dari sirup Apple Mangrove berdasarkan penelitian (Raindly,dkk. ,2006) antara lain adalah kandungan vitamin C cukup tinggi (50,1 mg/100 gr sirup), dan mengandung iodium dengan kadar 0,68 mg/kg sirup. Dalam tubuh vitamin C berfungsi sebagai antioksidant, sedangkan Iodium untuk sistesis hormon tiroksin, yaitu suatu homon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan kecerdasan. Berdasarkan penelitian (Raindly dkk, 2006) sirup “Apple Mangrove” telah layak dan aman untuk dikonsumsi karena bebas dari bahan berbahaya dan beracun (B3), memenuhi syarat mutu sesuai dengan SNI 01-3544-1994 (untuk sirup), sehingga aman untuk dikonsumsi dan diproduksi secara kontinyu.

Sirup Apple Mangrove yang memiliki rasa dan aroma yang khas, serta beriodium dan bervitamin C yang bermanfaat bagi kesehatan dapat dijadikan prospek untuk membentuk wirausaha baru ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi mangrove baik dari sisi ekologi maupun ekonomi. Pemanfaatan Hutan Mangrove secara seimbang dapat tercapai, agar nantinya dapat menjaga kelestarian regenerasi mangrove itu sendiri.

http://www.scribd.com/doc/30552023/pkmk

BAB 2 Avicennia marina

http://rizq-edu.blogspot.com/

2.1. Klasifikasi Ilmiah:

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Asteridae

Ordo: Scrophulariales

Famili: Acanthaceae

Genus: Avicennia

Spesies: Avicennia marina (Forsk.) Vierh.

http://www.plantamor.com/index.php?plant=166

2.2. Pembahasan

Hutan mangrove sampai dengan saat ini masih lebih banyak dimanfaatkan sebagai penghasil kayu baik untuk kebutuhan bahan baku chip, memenuhi kebutuhan bahan baku arang, tiang pancang dan sebagainya. Selain itu lahan dari hutan mangrove saat ini telah banyak dikonversi baik untuk kebutuhan lahan budidaya (tambak, sawah, dll.) maupun untuk perumahan, pelabuhan maupun industri. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pemahaman dari masyarakat maupun pihak pengembang dan pemegang kebijakan tentang fungsi lain dari hutan mangrove.

Salah satu fungsi hutan mangrove yang masih sangat sedikit sekali diketahui oleh masyarakat umum adalah sumberdaya tanaman mangrove sebagai salah satu bahan baku makanan alternative. Informasi tentang sejarah pemanfaatan tumbuhan mangrove sebagai bahan baku Makanan jarang sekali dipublikasikan.

Diperkirakan masyarakat di kawasan pesisir atau sekitar hutan mangrove telah sejak lama menggunakan tumbuhan mangrove sebagai bahan makanan. Banyak informasi yang tergali dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, menunjukkan bahwa pada masa penjajahan Jepang (bahan  makanan relatif sulit didapat), masyarakat banyak yang menggunakan tumbuhan mangrove sebagai bahan makanan. Beraneka makanan yang dibuat masyarakat berasal dari bahan baku mangrove, termasuk cara pengolahannya.

http://www.imred.org/files/bukumakananmangrove_0.pdf

2.3. Pemanfaatan

Jenis tanaman api-api yang telah diketahui dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan adalah Avicennia marina, Avicennia officinalis. Jenis tanaman ini tersebar di sebagian besar pantai di Indonesia. Termasuk jenis pionir (pada zonasi terdepan), cepat dan mudah tumbuh, serta permudaan alaminya sangat cepat, bahkan diperkirakan tanaman berumur 2 tahun telah mulai menghasilkan buah. Penggunaan buah tanaman yang telah masak perlu ada perlakuan, yaitu: pengupasan kulit atau pembuangan kulit, dicampur dengan abu dapur dan dibilas air bersih, lalu direndam 2 x 24 jam (untuk menghilangkan racun), ditiriskan dan diap dipergunakan sebagai bahan baku makanan.

Menurut informasi, masyarakat pantai Cilincing Jakarta Utara masih ada yang memanfaatkan daun tumbuhan api-api yang masih muda sebagai bahan sayur urap, demikian pula masyarakat pantai di Jawa Timur.

http://www.imred.org/files/bukumakananmangrove_0.pdf


Bab 3 Rhizophora apiculata Bl.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bakau

3.1. Klasifikasi ilmiah:

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Rhizophoraceae
Genus: Rhizophora
Spesies: Rhizophora apiculata Bl.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bakau

3.2. Pembahasan bakau adalah nama sekelompok tumbuhan dari marga Rhizophora, suku Rhizophoraceae. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri yang menyolok berupa akar tunjang yang besar dan berkayu, pucuk yang tertutup daun penumpu yang meruncing, serta buah yang berkecambah serta berakar ketika masih di pohon (vivipar).Jenis tanaman ini juga tersebar di seluruh wilayah pantai di Indonesia. Namun sedikit sekali yang menggunakan sebagai bahan makanan. Masyarakat Kecamatan Kajang (Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan) telah mengenal penggunaan buah tanaman bakau sejak zaman Kerajaan Gowa (abad 16). http://www.imred.org/files/bukumakananmangrove_0.pdf 3.3. Pemanfaatan:
Kayu dari Rhizophora apiculata dapat dibelah dengan mudah dan mempunyai nilai energi yang tinggi, sebagai kayu bakar dan bahan batu bara. Saat ini bakau jenis ini sedang dipanen besar-besaran untuk produksi kepingan kayu di Malaysia Timur dan Indonesia. Rhizophora apiculata lebih disukai untuk program penanaman kembali di sebagian besar daerah-daerah bakau di Asia tenggara. Batangnya digunakan untuk pilar, konstruksi dan alat pancing ikan. Kayunya cocok untuk mebel. Akar tunggangnya yang bercabang, dibebani dengan batu dipakai sebagai jangkar. Pepagannya kaya akan tanin, dipakai untuk penyamakan kulit, dan untuk menguatkan dan mencelup tali pancing ikan, tali dan jala ikan. Pepagan dapat dimanfaatkan untuk melawan disentri. Hipokotil dari Rhizophora dapat dimakan setelah ekstraksi tanin, yang berguna pada saat bencana kelaparan. Hutan Rhizophora dieksploitasi besar-besaran untuk diambil kayunya untuk kayu bakar. Saat ini juga ditebangi untuk kayu kepingan atau dikonversi untuk pertanian dan aquakultur.tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_rhizophora_apiculata.pdf 3.4 Rencana Jangka PanjangRencana jangka panjang dan pengelolaan untuk berbagai kebutuhan perlu dikelola dengan baik untuk memastikan pemanfaatannya secara berkelanjutan dari sumber daya alam yang tersisa di sana. Rhizophora apiculata berperan penting dalam sistem pengelolaan berkelanjutan karena merupakan jenis yang mudah beregenerasi dan ditanam secara luas.

tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_rhizophora_apiculata.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: