Resume Marine Ecology

Josua Leo Petra 230210080005

Benny Yohanes 230210080027

Universitas Padjajaran

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Program Studi Ilmu Kelautan

Materi kuliah:

  1. Pengenalan Ekologi
  2. Ekosistem
  3. Ekologi Laut Tropis ( habitat, relung, adaptasi dan evolusi )
  4. Niche / relung
  5. Siklus Biogeokimia
  6. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan secara Terpadu.

Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haekal (1834-1914). Dia menyatakan ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos yang artinya “habitat” dan logos yang artinya “ilmu”. Dan Ekologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup, dan interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungan habitatnya.

Pembahasan ekologi selalu tidak dapat terlepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan faktor biotik. Di mana terjadi hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang terbentuk oleh komponen hidup dan tak hidup tadi di suatu tempat yang dapat berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur.

Komponen Ekosistem Berdasarkan Tingkat Makanannya:

Autotrophic organism yang mampu mensistesis makanannya sendiri yang berupa bahan organic dari bahan-bahanan organik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil). Heterotropic menyusun kembali dan menguraikan bahan-bahan organik kompleks yang telah mati kedalam senyawa anorganik sederhana.

Ada banyak Faktor abiotik dan faktor bioktik yang terdapat di suatu ekologi laut tropis, contohnya pada faktor abiotik yaitu suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan contoh pada faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan dari beberapa makhluk hidup.

Ekosistem laut tropis memiliki beberapa ciri yang berbeda dengan ekosistem laut di subtropik maupun di daerah kutub, karena di daerah laut tropis, sinar matahari terus menerus sepanjang tahun (hanya ada dua musim, hujan dan kemarau) hal ini merupakan kondisi optimal bagi produksi fitoplankton, memiliki predator tertinggi, jaring-jaring makanan dan struktur trofik komunitas pelagic, juga di dalam ekosistem laut tropis memilki tingkat keragaman makhluk hidup laut yang sangat tinggi, yaitu terdiri dari algae, herbivora, penyaring, predator dan predator tertinggi, dll.

Perairan laut tropis merupakan daerah yang rentan akan perubahan sehingga faktor abiotik dan biotik di suatu ekositem laut tropis bisa sangat mudah rusak yang di antaranya dapat disebabkan karena kuatnya arus, gelombang, angin, ataupun suhu yang dapat berfluktuasi secara tak terduga. Terdapat 3 ekosistem yang saling berhubungan yang memiliki interaksi timbal balik, saling mendukung, dan mempunyai peranan yang cukup besar di ekosistem di perairan tropis, yaitu ekosistem terumbu karang , ekosistem lamun, dan ekosistem mangrove.

Bentuk interaksi ekosistem di perairan bahari (Hutomo dan Azkab, 1987)

Ekosistem Terumbu karang, Menyediakan berbagai barang dan jasa untuk makanan dan mata pencaharian, pariwisata, sumber bahan obat dan kosmetik. Terumbu karang merupakan ekosistem laut dangkal tropis yang paling kompleks dan produktif, juga merupakan ekosistem yang rentan terhadap perubahan lingkungan, secara alami, terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk melakukan pemijahan, peneluran, pembesaran anak, makan dan mencari makan (feeding & foraging), sehingga terumbu karang menjadi tempat berkumpulnya semua keanekaragaman hayati laut.

Ekosistem Lamun/seagrass, Melakukan banyak fungsi dalam ekosistem laut tropis, karena lamun mempunyai tingkat produktifitas yang tinggi, struktur yang komplek dan keanekaragaman hayati di padang lamun. Daya tarik padang lamun ini dikarenakan lamun tempat sumber makanan bagi mamalia laut, tempat tinggal, dan tempat untuk bertelur (nursery ground) bagi setiap spesies ikan di laut.

Ekosistem hutan Mangrove, Mempunyai banyak fungsi di laut, seperti Sebagai peredam gelombang (termasuk gelombang tsunami), angin dan badai, melindungi daerah pantai dari bahaya abrasi, sebagai penyerap nutrien organik, penahan lumpur dan perangkap sedimen , dll.

Ada banyak komponen-komponen yang terdapat di dalam ekologi laut tropis, contohnya seperti:

Niche / relung

Salah satu karakter dari ekologi laut tropis adalah dengan keberadaan relung yang merupakan bagian atau peranan organisme dalam suatu habitatnya. Tidak hanya meliputi ruang/tempat yang ditinggali, tetapi juga peranan suatu organisme dalam komunitas dan posisinya pada gradient lingkungan, temperature, kelembapan, pH, tanah, kondisi lain. Relung/niche ini tergantung dimana organsime ini hidup dan mengubah energy, bertingkah laku, bereaksi, serta mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme dihambat untuk spesies lain. Contohnya posisi suatu organisme seperti mutualisme yang saling menguntungkan, parasitisme yang satu rugi satu untung, predasi, komensalisme, netral, atau saling bersaing mencari makanan dalam suatu habitat(kompetisi).

Aliran energy dalam niche :

Suksesi (perubahan) terbagi kedalam dua jenis, yaitu

–          Suksesi primer, yang merupakan gambaran dari organisme yang akan menempati wilayah baru yang belum ada kehidupan sebelumnya, contohnya delta.

–          Suksesi sekunder, terjadi setelah komunitas yang ada menderita gangguan yang besar sebagai contoh sebuah komunitas klimaks (stabil) hancur karena terjadinya kebakaran hutan. Sebagai contoh :

  1. Diversitas tinggi          ———— >            Diversitas Rendah
  2. Tersubsidi                    ———— >              Mandiri

Faktor pembatas dalam organisme niche :

  1. Lingkungan: Cahaya, suhu atau nutrient dalam jumlah minimum dan maksimum
  2. Ekologi tumbuhan dan faktor lingkungan juga sebagai faktor pembatas.
  3. Sejumlah nutrient: Unsur-unsur nitrat dan fosfat dalam jumlah minimum
  4. Hukum toleransi shelford : Sifat toleransi faktor pembatas minimum dan maksimum
  5. Secara alami kehidupan dibatasi oleh jumlah dan variabilitas seperti nutrient dan suhu udara sebagai pembatas faktor lingkungan

Siklus biogeokimia atau siklus organik anorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi jugs melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia.

Siklus-siklus tersebut yang dapat dilihat dalam suatu ekosistem, antar lain:

–          Siklus nitrogen

–          Siklus Fosfor

–          Siklus mineral / biogeokimia

–           Aliran sulfur , dll

Siklus nitrogen

Nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang.

Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia(NH3),ion nitrit(N02-), dan  ion nitrat (N03-). Terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp. (ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen.

Siklus Fosfor

Di alam, fosforter dapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (padat tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). Fosfat organik dari hewan atau dari tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di dalam sedimen laut dan Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Siklus ini akan berulang seperti ini secara terus menerus.

Siklus Karbon dan Oksigen

Merupakan siklus biogeokimia yang terbesar Saat ini, di atmosfer terdapat kandungan CO2 sebanyak 0.03%. Sumber-sumber CO2 di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, pembakaran batubara, dan asap pabrik. Karbondioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk berespirasi.

Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbondioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lainnya.

Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan secara Terpadu.

Potensi sumberdaya alam pesisir dan laut kita sangat melimpah, diantaranya dilator belakangi karena Indonesia merupakan  Negara kepulauan  dengan jumlah pulau sekitar 17.546, serta wilayah pesisir dan laut seluas 3,1 juta km2 dan ZEE 2,7 km2, dan garis pantai sepankang 81.000 km, terpanjang kedua setelah Kanada. Potensi yang dimiliki Indonesia diantaranya dari ekosistem terumbu karang, ekosistem padang lamun, serta dari hutan mangrove.

Konsep pengelolaan wilayah pesisir dan lautan, dikenal juga dengan terminologi:

–         Integrated Coastal Zone Management (ICZM)

–          Integrated Coastal Zone Planning and Management

–          Integrated Coastal Management

–          Integrated Coastal Resources Management

–          Coastal Zone Resources Management

–          Coastal Resources Management

–          Coastal Zone Management

–          Konsep pengelolaan di atas akan menghasilkan:

–          Marine Management Area / Marine Protection Area : Daerah Pengelolaan Laut/Daerah Perlindungan Laut

Dengan begitu luas dan melimpahnya potensi sumber daya kelautan kita seharusnya dapat dimanfaatkan dan menguntungkan bagi Negara kita. Namun kenyataannya yang terjadi potensi yang ada tidak di manfaatkan sepenuhnya bahkan mengalami kerusakan yang dapat merugikan Negara kita bahkan dapat merugikan dunia.

Kerusakan Pesisir

Terumbu karang, luas terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 60.000 km2, namun hanya 6,2% saja yang kondisinya saat ini baik. Karena begitu banyak Eksploitasi terumbu karang oleh ulah dari manusia, seperti penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan, pengambilan karang untuk bahan bangunan, pembuangan limbah, penebangan hutan dan terjadi sedimentasi akibat erosi, pengerukan dan penambangan karang, Pencemaran minyak dan industri, dan berdampak secara langsung terhadap Pariwisata dan drastis berkurangnya populasi biota dan keanekaragaman hayati di laut.

Padang Lamun, Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidupnya terbenam di dalam laut, merupakan suatu ekosistem yang mempunyai produktivitas organik yang  tinggi dan oleh karena itu lamun dapat berfungsi sebagai peredam arus di laut, sebagai tempat ikan-ikan dan keanekaragaman hayati laut lainnya tinggal dan mencari makanan. Namun saat ini yang terjadi terggangunya bahkan rusaknya lamun di akibatkan oleh ulah tangan manusia, seperti Pencemaran dan pembuangan limbah industri terutama logam berat, minyak industry, dan senyawa organoklorin kelaut dan merusak padang lamun yang mengakibtkan matinya ikan dan berbagai keanekaragaman hayati lainnya di laut.

Hutan Mangrove, Luas hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terluas di dunia kurang lebih 3,5 juta Ha, sekitar 20% luas mangrove di dunia dan bahkan luas hutan mangrove di Indonesia lebih luas dari Brasil. Sesuatu yang cukup membanggakan dan sangat menguntungkan jika di rawat dan di lestarikan dengan baik, namun kenyataannya saat ini di Indonesia, ulah-ulah manusia konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak, pemukiman, pertanian, pelabuhan, pencemaran limbah domestic, dan penebangan ilegal membuat hutan mangrove saat ini sudah sangat parah keadaanya.

Sumber bacaan:

Dedi. 2010. Fungsi Terumbu Karang.http://web.ipb.ac.id/~dedi_s/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=50. Diakses pada tanggal 12 April 2010

Endang Hilmi&Parengrengi. 2010. Kerusakan Ekosistem Mangrove di Indonesia. http://www.scribd.com/doc/11592887/Kerusakan-Ekosistem-Mangrove-Di-Indonesia. Diakses pada tanggal 12 april 2010

Supriharyono. 2008. Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati Di Wilayah Pesisir Dan Laut Tropis. Pustaka Pelajar, Jakarta.

Satu Tanggapan

  1. […] by Resume Marine Ecology « Joesh's Blog | April 15, 2010 | […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: