Efek Perubahan Iklim di Indonesia

oleh Josua Leo Petra
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
LABORATORIUM KOMPUTER ILMU KELAUTAN

Selamat datang di Blog saya, saya sebagai administrator sangat mengharapkan saran, kritik dan komentar tentang blog saya ini untuk kemajuan blog ini di kemudian hari.

TERIMA KASIH,,,

Sub Thema:

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kenaikan Muka Air Laut di Indonesia.

Sebelum kita langsung masuk ke topic ada baiknya lebih dahulu kita bertanya, kenapa bisa terjadi perubahan iklim,?? Apa yang menyebabkannnya????

Banyak alasan atau penyebab mengapa bisa terjadi perubahan iklim,, salah satunya di karenakan gas-gas efek rumah kaca(ERK), Jadi peristiwa efek rumah kaca bukanlah efek yang ditimbulkan oleh gedung-gedung kaca. Peristiwa ERK menyebabkan bumi menjadi hangat dan bisa ditinggali oleh makhluk hidup. Namun karena berbagai aktivitas manusia, terutama proses industri dan transportasi, menyebabkan (gas rumah kaca)GRK yang diemisikan ke atmosfer terus meningkat. Akibatnya, suhu rata-rata di seluruh permukaan bumi meningkat. Peristiwa inilah yang disebut dengan Pemanasan Global yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim, seperti naiknya suhu dan permukaan  air laut, meningkatnya penguapan di udara, serta berubahnya pola curah hujan dan tekanan udara yang pada akhirnya merubah pola iklim dunia termasuk Indonesia.

Perubahan iklim itu sendiri terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, kurang lebih antara 50-100 tahun. Walaupun terjadi secara perlahan, sedikit saja perubahan iklim memberikan dampak yang sangat besar yaitu wilayah di dunia akan menjadi semakin panas, sementara bagian lainnya akan berubah semakin dingin. Dan di Indonesia seperti yang kita rasakan saat-saat ini, terjadi suatu kekacauan dan ketidakaturan akan suhu, iklim dan ekosistem yang sudah tidak teratur, yang jika sekarang tidak kita tangani, maka nantinya akan berdampak lebih besar lagi.

Diketahui saat ini bahwa es yang menyelimuti permukaan bumi telah berkurang 10% sejak tahun 1960. Sementara ketebalan es di Kutub Utara telah berkurang 42% dalam 40 tahun terakhir. Diperkirakan pada tahun 2100, gletser yang menyelimuti pegunungan Himalaya seluas 33.000 km2 akan mencair. Ilmuwan Eropa juga memperkirakan sekitar 50-90% gletser di pegunungan Alpen akan menghilang. Diperkirakan pegunungan salju Australia akan “bebas salju” pada tahun 2070. Sementara menurut penelitian Lonnie Thomson dari Byard Polar Research Center – Universitas Ohio, diperkirakan seluruh salju di pegunungan Kilimanjaro akan mencair pada tahun 2015 akibat pemanasan global (Fred Pearce, 2001).

OKKk.,, jika anda telah mengetahui beberapa contoh penyebab perubahan iklim tadi maka kita langsung masuk saja ke subtopic di sini yaitu Dampak Perubahan iklim terhadap kenaikan Muka Air Laut di Indonesia.

Dampak Indonesia

Secara langsung akan berdampak kepada Negara Indonesia, dikarenakan posisi geografis negara Indonesia yang merupakan Negara kepulauan yang beriklim tropis membuat Indonesia berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap perubahan iklim yang terjadi dengan cepat. Perubahan iklim ini sangat mengancam dan perlu kewaspadaan dini dari kita semua. Tahun ini saja, berapa kabupaten, provinsi, dan berapa puluh ribu orang kehilangan tempat tinggal, harta benda bahkan nyawa akibat bencana banjir dan tanah longsor. Ancaman lain, adalah akan berkurangnya pulau dan daratan di wilayah Indonesia ini di karena nantinya akan tenggelam.

Buku Bumi Makin Panas: Ancaman Perubahan Iklim di Indonesia (2004) mengungkapkan, beberapa daerah akan rawan terkena kenaikan muka air laut. Misalnya pantai utara Jawa, Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Juga kawasan pantai timur Sumatera; pantai selatan, timur, dan barat Kalimantan; pantai barat Sulawesi; dan daerah rawa di Papua di pantai barat dan selatan. (Kompas, 13 april 2007).

Prediksi Panel Ahli untuk Perubahan Iklim (IPCC) menyebutkan, permukaan laut akan meningkat 8-29 sentimeter (cm) dari saat ini pada tahun 2030. Bila itu tidak diantisipasi, sekitar 2.000 pulau di Indonesia bakal tenggelam. Sedang garis pantai mundur ke arah daratan ratusan meter, dan jutaan hektar tambak juga akan lenyap. (IPCC, 2001).

Air bersih semakin langka karena intrusi air laut yang mencemari air tanah. Tanpa tindakan apa pun, penduduk Jakarta dan kota-kota di pesisir akan kekurangan air bersih. Pada beberapa daerah aliran sungai (DAS) akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang kian tajam. Akibatnya, akan sering terjadi banjir, sekaligus kekeringan yang mencekik kehidupan ini.

Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.

Contoh kasus di Indonesia:

-Di Jawa, Aceh, Kalimantan, naiknya permukaan laut akan menggenangi wilayah pesisir sehingga akan menghancurkan tambak-tambak ikan dan udang.

-Di Sulawesi akibat pemanasan global pada tahun 2050 akan mendegradasi 98 persen terumbu karang dan 50% biota laut.

-Di kawasan Delta Mahakam Kalimantan Timur, apabila suhu air laut naik 1,50C setiap tahunnya sampai 2050 akan memusnahkan 98% terumbu karang. di Indonesia kita tak akan lagi menikmati lobster, cumi-cumi dan rajungan.

-Di Maluku, nelayan amat sulit memperkirakan waktu dan lokasi yang sesuai untuk menangkap ikan karena pola iklim yang berubah.

Kesimpulan

Efek Rumah Kaca merupakan suatu proses yang wajar dan sangat menguntungkan bagi bumi. Karena dengan efek dari rumah kaca bumi menjadi lebih hangat dan bisa ditinggali oleh makhluk hidup. Jika tidak ada proses ini maka bumi akan menjadi dingin dan kemungkinan untuk ditinggali sangat kecil. Tetapi dengan adanya efek rumah kaca yang sangat besar membuat proses pemanasan global ini tidak terkendali dan menimbulkan berbagai masalah. Suhu, Iklim dan ekosistem menjadi tidak seimbang, penyakit yang bertambah banyak, kepunahan hewan dan tumbuhan, dan berkurangnya permukaan tanah karena kenaikan muka air laut, akan semakin membuat bumi kita ini terpuruk.

Untuk itu berbagai macam cara telah, sedang dan akan dilakukan oleh manusia. Penghematan penggunaan sumber tenaga fosil, menghilangkan karbon dengan menanam tumbuh-tumbuhan, menghemat pemakaian lisrik, dan membuat perjanjian-perjanjian internasional mengenai perubahan iklim, adalah merupakan beberapa langkah yang harus dilakukan dalam menanggulangi pemanasan global ini.

Mari kita bangun kembali bumi ini agar bumi kita ini kembali menjadi asri, sejuk dan ramah.

Terima Kasih,

Daftar Pustaka:

http://walkingonthemoon.multiply.com/journal/item/1/Mungkinkah_Iklim_Berubah

http://walkingonthemoon.multiply.com/journal/item/3/Perubahan_Iklim_dan_Dampaknya_di_Indonesia

www.bdg.Lapan.go.id

http://202.146.5.33/kompas-cetak/0704/13/utama/3447794.htm

38 Tanggapan

  1. hai josh, . , .
    aku mndpt tugas dri guruku dan itu tentang lingkungan hidup dan perubahan iklim di indonesia saat ini
    apa kau bisa menjelaskannya ?

  2. […] Terakhir josuasilitonga on Efek Perubahan Iklim di I…tugaskuliah on Efek Perubahan Iklim di I…josuasilitonga on Efek Perubahan Iklim […]

  3. pada bicara tentang perubahan iklim ya..

  4. Haloo Josh . . .
    bog yg bagus, saya kagum dgn jawaban2 yg Anda berikan. Saya juga punya pertanyaan,
    iklim di Indonesia satu dekade terakhir ini mengalami pergeseran. Musim kemarau dan musim hujan tidak bisa lagi diprediksi secara akurat. Setiap hari bisa terjadi panas terik, kemudian tiba2 hujan deras.
    Apakah ada hubungannya dgn perubahan iklim global?
    Coba dijelaskan secara detail.
    Terimakasih . .🙂

    • halo jg lae,,
      wah trimaksih telah berkunjung, n memeberikan comentar d blog saya ini,,
      n terimaksih jg atas pujiannya, mungkin trlalu belebih,,
      heehehee. . ,,

      ok saya akan coba menjawab prtanyaan dri anda,
      intinya anda mennyakan cuaca yg saat2 ini sudah bner2 kacau dan tidak teratur lagi y???
      jawaban saya,
      iya, cuaca yg saat2 ini mulai dan sangat tidak teratur merupakan salah satu dari begitu banyak dampak dan efek dari pemanaan global yg begitu hangat di perbincang kan saat2 ini,
      Dampak Perubahan Iklim Global
      Perubahan iklim yang diperkirakan akan menyertai pemanasan global adalah sebagai berikut:
      * Mencairnya bongkahan es di kutub sehingga permukaan laut naik.
      * Air laut naik maka akan menenggelamkan pulau dan menghalangi mengalirnya air sungai ke laut yang menimbulkan banjir di dataran rendah kalau di Indonesia seperti pantai utara Pulau Jawa, dataran rendah Sumatera bagian timur, Kalimantan bagian selatan, dan lain-lain.
      * Yg mencemaskan adalah berubahnya iklim sehingga berdampak buruk pada pola pertanian Indonesia yg sangat mengandalkan makanan pokok beras pada pertanian sawah yang bergantung pada musim hujan. Suhu bumi yang panas menyebabkan mengeringnya air permukaan sehingga air menjadi langka.
      * Meningkatnya resiko kebakaran hutan.

      dan pasti d jurusan anda pun, sebgai mhasisa jursan geologi jg sangat mempertimbangkan dan membahas mengenai pemanasan global yg nantinya bisa mengakibatkan perubahan iklim.

      terimakasih atas pertanyaannya,

  5. Sesuai dengan artikel yang anda tulis, bagaimana proses pencemaran sungai ke laut dengan tidak adanya filter polutan ?
    Dan apa saja contoh dari filter polutan itu sendiri ?

    Terima kasih.

    • Terima kasih kpada saudara faisal untuk pertanyaannya,,

      saya akan langsung menjawab,

      Pertanyan pertama, proses pncemaran dari sungai kelaut y,!
      Menurut saya sendiri, sungai merupakan salah satu komponen lingkungan yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia. Salah satu fungsi sungai yang utama saat ini adalah fungsinya sebagai sumber air untuk pengairan lahan pertanian dan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
      Saat2 ini nyatanya pabrik2 dan masyarakat sendiri membuang limbahnya ke sungai2 terdekat dengan sembarangan, nahh jika tidak adanya filter polutan yaitu penyaring limbah2 tersebut maka limbah atau sampah dari sungai akan bener2 merusak dan mencemari laut. Dan jika tidak adanya filter polutan tadi, berbagai spesies di laut akan mati karena tercemar, serta kegiatan budidaya perikanan tradisional akan terancam.

      pertanyaan ke dua, apa saja contoh2 filter polutan itu sendiri??

      Salah satu contoh dari filter polutan yaitu Rumput laut, karena rumput laut sebagai filter polutan memiliki fungsi menstabilkan kualitas air laut. Sebaliknya limbah dari kotoran2 bandeng, udang menjadi zat hara bagi rumput laut.
      Jadi kita harus lestarikan rumput laut untuk membantu mencegah dan mengurangi terjadi perubahan iklim.

      Terima kasih.

  6. sebuah artikel yang telah menambah wawasan keilmuan saya, bahwa pemanasan global juga memiliki pengaruh yang positif terhadap lingkungan, yaitu dapat mengontrol suhu bumi, namun seiring berjalan waktu dan aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, hal itu justru malah menjadi bumerang bagi bumi.
    pertanyaan saya adalah, menurut Anda, apakah dengan kemampuan laut sekarang yang dapat menyerap karbon dapat mengimbangi atau minimal meminimalisir dampak dari pemanasan global, yang info terakhirnya mengatakan bahwa kualitas penyerapan karbon oleh laut semakin berkurang.
    terima kasih.

    • wahh,,,
      terima kasih saudara furkon telah mengunjungi blog saya, komentarnya jg atas pujiannya,,
      hehehhee. . . ,

      saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda,

      kemampuan laut y??

      menurut saya dari beberapa sumber yang saya baca memang fungsi laut sangat berguna dalam menyerap karbon sehingga bisa mencegah terjadinya pemanasan global.

      laut memiliki berbagai organism laut yang melimpah seperti terumbu karang, hutan bakau dan padang lamun serta biota kecil seperti plankton atau mikro alga, ekosistem laut berkemampuan dan menjadi solusi menghadapi fenomena global warming. laut menyerap CO2 dari atmosfer dalam jumlah yang besar sekitar 245,6 juta ton per tahun merupakan seperempat CO2 yang dihasilkan pembakaran bahan bakar fosil, yg disimpan di laut.

      Dan ternyata, laut Indonesia dengan terumbu karang mencapai 75.000 kilometer serta 6,7 juta hektare kawasan konservasi laut berkontribusi menyerap 43,6% karbon dioksida (CO2) dunia. Di beberapa bagian laut, CO2 yang tersimpan hingga berabad2 berperan sangat besar mengurangi pemanasan global.

      Memang kemampuan laut untuk menyerap karbon semakin berkurang, Itu terjadi dikarenakan temperatur laut perlahan semakin naik. Naiknya temperatur laut secara global juga ternyata menyebabkan makin berkurangnya kemampuan laut dalam menyerap karbon dioksida yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Peningkatan temperatur laut itu juga dipengaruhi oleh makin banyaknya kandungan karbon dioksida.

      Dan jika itu kita biar kan seperti ini terus maka proses menuju perubahan iklim akan semakin cepat terjadi, sangat berbahaya,
      Hohohohoho. . . .,,

      Terima Kasih,,

  7. permisi,,,ikut nanya ya bg,,hhehe..

    pertanyaan saya sih 1 aja bg,,ga bertele-tele juga,,hhehe..
    tindakan nyata apa yg sudah dan bisa abg lakukan sbg mahasiswa dalam mencegah efek perubahan iklim di Indonesia ini??

    kyak yg saya tau abg kan dr jurusan ilmu kelautan,,tentu abg nantinya yang akan mempunyai peranan penting dalam menjaga keberlangsungan laut di Indonesia ini,,jadi sya mw tw pendapat abg,,hhehe..

    trimakasihhh🙂

    • hahahaa. . . ,,
      kirain spa,!!

      ok adek iban terimaksih atas meluangkan waktu memberikan pertanyaan k blog aku ini,

      ok,
      tindakan saya yang telah saya lakukan dan akan saya lakukan ke depan untuk mencegah efek perubahan iklim d Indonesia ini sih belum terlalu banyak, dan mungkin hanya berperan sedikit saja untuk dalam membantu mencegah perubahan iklim,
      yaitu,
      1. melakukan penghijauan dengan Menanam tanaman di halaman rumah.
      2. mengunakan listrik seperlunya saja.
      3. menghemat penggunaan kertas, karena kertas berasal dari pohon, dan jika kita hemat dapat mengurangi penebangan pohon untuk ditebang.
      4. Menggurangi kebiasaan membeli produk bentuk kemasan.
      intinya,,
      Lakukan yg sederhana aja, jika kita melihat sampah di sekitar kita ya kita pungut, dan taruh di tempat sampah. Jika tidak ada tempat sampah simpan saja.
      Itu harus kita lakukan dan terapkan pada diri kita selamanya, dan harus kita kasih tau kepada teman2 terdekat kita,

      Mari kita bangun kembali bumi kita ini agar bumi kita ini kembali menjadi asri, sejuk dan ramah.

      terimakasih

  8. horas gan,👿
    mau numpang tanya neh . .

    Indonesia yang beriklim tropis membuat Indonesia berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap perubahan iklim yang terjadi dengan cepat.
    mengapa hal tersebut bisa terjadi??❓

    Dikatakan Dengan adanya efek rumah kaca yang sangat besar membuat proses pemanasan global ini tidak terkendali dan menimbulkan berbagai masalah. Suhu, Iklim dan ekosistem menjadi tidak seimbang, penyakit yang bertambah banyak, kepunahan hewan dan tumbuhan, dan berkurangnya permukaan tanah karena kenaikan muka air laut, akan semakin membuat bumi kita ini terpuruk.
    kenapa efek rumah kaca ga dimusnahkan saja??
    Bagaimana tanggapan anda sebagai mahasiswa Kelautan menyikapi hal ini??😎

    trimss , ,🙄

    • horas jg lae,

      terima kasih atas pertanyaannya,
      tapi kok gmbar emosi tuhh…
      pertanyaan ku d blog mu gk susah kan??

      hemm…hemMm…,ok saya akan menjawab pertanyaan anda ini,

      pertanyaan pertama,
      sudah jelas bung accen, Negara kita Indonesia akan mengalami dampak buruk dari terjadinya perubahan iklim, apalagi Indonesia sebagai adalah Negara yg beriklim tropis akan sangat rentan, karena dengan perubahan iklim membuat suhu dan ikim menjadi tidak teratur sehingga berdampak pada Indonesia yang mengalami penurunan produksi pangan, meningkatnya bencana banjir dan hal lain yang muncul adalah meningkatnya penyakit-penyakit pada iklim tropis, seperti malaria dan demam berdarah.

      Pertanyaan ke 2 dari anda,
      kenapa efek rumah kaca gk dimusnahkan saja??

      menurut saya pertanyan anda terlalu konyol dan tidak mungkin dilakukan,

      Itu dikarenakan Tanpa gas rumah kaca alami tersebut, suhu Bumi akan 34 derajat Celcius lebih dingin dari yang kita alami sekarang. Masalahnya adalah, seiring dengan meningkatnya taraf hidup manusia mengakibatkan emisi gas rumah kaca meningkat pesat karena meningkatnya konsumsi bahan bakar fosil sejak revolusi industri. Akibatnya, suhu atmosfer Bumi sekarang ini menjadi lebih panas 0,5 derajat Celcius dibanding suhu pada masa praindustri. Dalam jangka panjang suhu Bumi akan cenderung makin panas dari suhu yang seharusnya kita rasakan,

      Dan yg seharusnya yang kita lakukan adalah kita berupaya menurunkan dan menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca.

      Yaitu dari pribadi kita sendiri dengan menjaga lingkungan kita.

      Terima kasih,

      • maaf bung josua yg jenius . .
        mungkin anda terlalu ambisi menjawab pertannyaan saya,
        yang saya maksud kenapa indonesia yang beriklim tropis sangat rentan dengan perubahan iklim, bedanya dengan negara yang beriklim lain apa?? mengapa hanya iklim tropis saja yang rentan??
        mohon penjelasannya , ,

        untuk pertannyaan 2, saya mengajukan hal demikian, sesuai dengan kutipan yang ada di artikel anda ini, sedikit masukan mungkin pada kutipan tersebut bisa di tambahi jawaban yang anda berikan pada saya . .
        trimss gan🙂

      • saya memang sangat semangat untuk menjawab jika ada pertanyaan yg masuk k blog saya ini,

        karena d situ pertanyaan2 yang saya tidak tau jwabannya langsung saya cari2 dan tumbuh rasa penasaran untuk bisa menjawabnya,

        yang ke 1:
        Terima kasih atas pujian atau mungkin sindirannya itu bung accen,

        yang ke 2:
        Maaf jwaban dari saya kurang memuaskan, karena memang pertanyaan anda yg singkat tapi kurang di perjelas inti dan maksud mau di bawa kemana pertanyaan anda,

        bukan kah pertanyaan anda:

        Indonesia berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap perubahan iklim yang terjadi dengan cepat.
        mengapa hal tersebut bisa terjadi??

        trus sekarang anda bilang pertanyaan anda:

        indonesia yang beriklim tropis sangat rentan dengan perubahan iklim, bedanya dengan negara yang beriklim lain apa?? mengapa hanya iklim tropis saja yang rentan??

        nah,,, kata “bedanya trhadap Negara lain” itu tidak ada di pertanyaan sebelumnya,,

        otomatis saya menjawab bukan seperti pertnyaan ke 2 tetapi menjawab pertnyaan sesuai yg anda tanya pada pertanyaan ke 1 tadi d atas.

        oKKk,,, apa pun pertanyaan anda,
        saya akan mencoba memuaskan para pengunjung yg telah memberikan wktunya untuk membuka dan memeberikan pertanyaan k blog saya ini,

        saya akan membahas dari awal saja biar lebih dimengerti,

        iklim merupakan salah satu hal yang paling harus dipertimbangkan untuk melaksanakan sesuatu,
        Indonesia beriklim tropis yang memiliki curah hujan yang sangat tinggi, hujan terjadi di negara ini bisa sangat lebatnya dengan angin yang kencang.
        Berbeda dengan negara Eropa yang merupakan negara beriklim sub tropis memiliki curah hujan yang cukup kecil, dan angin yg tidak terlalu kencang.

        suhu maksimum, minimum dan rata-rata, Curah hujan, Radiasi matahari, Arah dan kecepatan angin adalah faktor2 yang bisa menganggu iklim d suatu tempat.
        So,,,

        Efek dari Perubahan iklim ada banyak salah satunya dapat merusak atau menggangu curah hujan , suhu, iklim, arah dan kecepatan angin semuanya jadi kacau dan tidak seimbang,
        Sehingga,,
        negara2 yang beriklim tropis seperti Indonesia lebih rentan akan dampak dari perubahan iklim ini, seperti pernah terjadi hujan Es yang terjadi d Negara tropis, aneh kan??
        Jadi Negara tropis jelas lebih rentan,

        Begitu bung accen,

        yang ke 3,

        saran yg baik, tapi seharusnya tanpa saya kutip pun sebenarnya jika kita sebagai mahasiswa kelautan yang bener2 mempelajarinya tentang perubahan iklim ini, seharusnya sudah paham betul akan fungsi dasar dari efek rumah kaca, yang secara jelas2 itu tidak mungkin bisa dimusnahkan seperti yang anda tanyakan d atas,

        terima kasih atas pertanyaannya,
        mudah2an jawab dari saya cukup memuaskan,

        maaf ada salah2 kata yang menyinggung,

        GBU

  9. tolong jelaskan penyebab terjadi nya perubahan iklim pada hutan tropis di Indonesia?
    makasih…

    • terimaksih atas pertanyaan singkat dari saudara faisal yg sudah lama saya tunggu2 pertanyaan dari anda,

      saya akan mencoba menjawb pertanyaan singkat anda ini,
      menurut saya pribadi mengenai perubahan iklim pada hutan tropis di Indonesia ialah

      Hutan mempunyai makna yang jauh lebih besar dari pada sekedar gudang karbon. Hutan yang tumbuh subur menghasilkan oksigen, air bersih, obat penting dan jasa lain yang tak terhitung. Hutan menjadi kediaman lebih dari 350 juta manusia di seluruh dunia, yang hidupnya sepenuhnya tergantung pada hutan tersebut. Bahkan kelangsungan hidup seluruh planet bumi kita tergantung pada hutan tropis.
      dan dengan hutan tropis tidak ditebang secara sembarangan dan juga tidak terjadinya kebakaran hutan seperti yang sering terjadi di Negara kita yang merupakan penyumbang ketiga terbesar gas rumah kaca setelah Amerika Serikat dan Cina, yang berasal dari penghancuran terus menerus hutan alam dan lahan gambutnya.
      sehingga jika kita melakukan perawatan, mencegah penghancuran hutan terus menerus, dan melakukan penghijauan akan secara langsung membantu mengurangi pemanasan global.

      Terima kasih,

  10. pertanyaan saya kok blum diposting?

    • yang pertama maaf pak coment bapak baru saya posting,
      karena saya baru buka blog saya dan kebetulan saya mengatur komentar yg masuk harus d setujui oleh saya terlebih dahulu,
      Saya lakukan untuk mencegah komentar tidak langsung terposting, karena jika ada komentar yg aneh2 bisa saya tolak langsung,
      oleh sebab itu komentar bapak baru saya posting tadi,

      ok terimakasih pak atas pertanyaan dari bapak,
      saya akan mencoba menjawab menurut saya sendiri dari sumber2 yg saya baca,
      dan maaf jika nantinya jawaban saya kurang memuaskan bapak,

      Efek perubahan iklim terhadap budidaya rumput laut y pak??
      hemm. . .hemmm. . .

      saya memulainya mungkin harus membahas singkat mengenai hal2 yang mempengaruhi budidaya rumput laut,
      yang mempengaruhi ada beberapa hal seperti Suhu lingkungan, keadaan cuaca, intensitas cahaya, arus dan gerakan air, dll.
      suhu berperan penting dalam proses fotosintesa, sinar matahari menentukan kecepatan rumput laut untuk memenuhi kebutuhan nutrien seperti karbon (C), nitrogen (N) dan posfor (P). suhu dapat mempengaruhi perkembangan reproduksi beberapa jenis alga, suhu yang dibutuhkan oleh rumput laut untuk pertumbuhan berkisar antara 20 – 30°C.

      dan efek perubahan iklim yang terjadi pada budidaya rumput laut ialah seperti meningkatnya suhu air, angin topan(badai), keadaan cuaca yang kacau, banjir dan erosi pantai menciptakan gangguan sedimen yang bisa atau akan mematikan tanaman rumput laut.

      jadi efek dari perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap budidaya rumput laut,,

      terimaksih pak

  11. Joo .
    Gini loh maksud gw .
    Berdasarkan info yg gw dpt yg pernah gw baca di harian Kompas, Kamis 2 Juli 2009,
    katanya pemanasan global itu bermula karena perdagangan karbon dari laut .
    Di artikel itu juga pemerintah mengatakan laut dan pantai Indonesia mampu menyerap karbon 66,9 juta ton per tahun dan karbon dioksida (CO) 245,6 juta ton per tahun .
    Pemerintah juga meyakini,
    dengan mengusung gagasan ini di WOC akan mendapatkan keuntungan dari negara-negara penghasil emisi atas jasa serapan lautnya terhadap karbon .
    Jika demikian,
    negara-negara industri maju tetap leluasa melepaskan emisi karbon .

    Pertanyaannya,
    menurut lw apakah perdagangan karbon di laut itu merupakan dampak yang buruk atau positif dari perubahan iklim ???
    Kalau di liat dari segi negatifnya,
    dikatakan di artikel tersebut kalau pemanasan global berasal dari perdagangan karbon di laut .
    Dan kalau di liat segi positifnya,
    seperti apa yang dikatakan pemerintah di artikel tersebut kalau laut kita memiliki nilai jual yang tinggi dari perdagangan karbon tersebut .

    Apakah sekarang sudah bisa di mengerti ???
    Ok thx .
    Di tunggu pendapat dari lw .🙂

    • ok terimaksih atas pertnyaan kepada neng gusti,
      hehehhe. . .heheee. . .
      maaf jika saya menanyakan ulang kembali, karena pertanyan yg kmrin terlalu singkt tapi berbelit2, klo begini kan bisa langsung saya jawab,

      saya akan mencoba menjawab,
      tetapi maaf jika jawaban saya kurang memuaskan,

      menurut saya sendiri perdagangan karbon di laut merupakan dampak negatif terhadap pemanasan global karena itu tidak mengurangi emisi tetapi tetap saja akan mempercepat terjadinya pemanasan global.
      Itu di karena walaupun kita memiliki nilai jual dan kita mendapatkan keuntungan dari penjualan karbon tersebut dari negara2 maju penghasil emisi tetapi itu sama dengan bohong saja, karena negara2 maju seperti Amerika Serikat, Inggris dan Jepang tetap saja melakukan aktifitas industri yang tidak ramah lingkungan jelas menghasilkan emisi yg cukup banyak, dan tidak menguranginya.

      walaupun laut dan pantai kita menyerap karbon yg cukup banyak dan kita dibiayai oleh negara2 maju penghasil emisi tersebut, tetapi Perubahan iklim yang terjadi sekarang ini harus dilihat sebagai akibat dari model pembangunan yang tidak ramah lingkungan hidup. Model pembangunan di negara-negara utara(maju) yang rakus terhadap energi fosil menjadi penyebab meningkatnya emisi gas rumah kaca(GRK) di atmosfir. Akibatnya, keseimbangan dinamis alam dalam menampung GRK pun hancur dan terjadilah bencana ekologi terbesar abad ini yang bernama perubahan iklim itu.

      Terimaksih,

  12. apa penyebab dari kenaikan air laut apakah cuma yg disebutkan di atas saja atau ada penyebab yg lainnya???

    • pertama trimakasih ntuk saudara amri yg telah emberikan komntar pada blog saya,,

      menurut saya sndiri dan dari sumber2 yg saya baca,
      fenomena naiknya permukaan laut yang disebabkan oleh banyak faktor yang kompleks.
      Dan kenaikan muka air laut pada saat ini adalah merupakan efek dari pemanasan global yang diperkirakan memberikan pengaruh yang signifikan pada kenaikan muka air laut di abad ke-20 ini.

      karena pemanasan global menjadikan es mencair d kutub dan menjadikan volume air laut meningkat,
      menurut saya seperti itu saudara amri,

      terimkasih

  13. saudaraku…
    saya ingin bertanya nih..

    apa peran pemerintah untuk menghadapi dampak perubahaan iklim yang sedang terjadi??sebutkan contoh nyatanya!!

    makasih lae..

    • terimkasih lae hendra yg telah memberikan comentar,,

      saya akan mencoba menjawab,
      menurut saya,
      Nyatanya yg real terhadap pemerintahan kita,
      dengan begitu Besarnya kerugian yang harus ditanggung Indonesia akibat berbagai bencana dari dampak dari perubahan iklim ini seharusnya menjadikan perubahan iklim sebagai masalah penting yang harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah kita agar tidak mengakibatkan kerugian yang jauh lebih besar lagi,

      Brbagai kesempatan Presiden kita telah menyampaikan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh Indonesia. Bahkan, pada tahun 2007, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim dunia di Bali, dalam kesempatan itu SBY berjanji bahwa Indonesia akan segera mengambil langkah nyata dalam mengurangi emisi gas rumah yang dihasilkan Indonesia, baik dari sektor hutan maupun sektor energi.

      namun sampai saat ini langkah nyata dari komitmen yang disampaikan oleh Presiden SBY belum juga direalisasikan. Berbagai kebijakan yang diambil oleh jajaran kabinetnya, justru meremehkan Komitmen SBY yang disampaikan dalam berbagai forum dunia.

      Sekarang yang paling dibutuhkan adalah komitmen dan keberanian politik pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah nyata dalam mengatasi perubahan iklim, Saatnya membuktikan janji dari pemimpin dalam mengatasi krisis iklim ini.

      terimakasih

  14. berdasarkan data yang telah diperoleh bahwa kondisi terumbu karang di Indonesia 93.5% dalam keadaan buruk.nah,,salah satu cara untuk mencegah global warming adalah dengan terumbu karang.
    menurut anda bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mencegah global warming,,disaat bila kita melakukan transplatasi terumbu karang membutuhkan waktu yang lama dan iperparah dengan luas dariIndonesia???
    sebutkan hipotesa anda,,Thx

    • ok terimakasih atas pertanyaannya,
      saya akan mencoba menjawab,

      tapi yang pertama saya tanyakan kepada saudara reza, terumbu karang masih dalam pembahasan apakah dengan banyaknya terumbu karang bisa mencegah global warming.
      masih dalm isu, belum dipastikan berpengaruh mencegah global warming,

      Menurut saya ada banyak cara/upaya yg bisa dilakukan untuk mencegah global warming, seperti contohnya
      1.Mengurangi Pemakaian Bahan Bakar
      2.Mencari Energi Alternatif karena Pembangkit listrik di Indonesia kebanyakan menggunakan bahan bakar fosil: minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Ketiganya mengeluarkan CO2. Jadi, semakin kita boros menggunakan listrik, semakin banyak CO2 yang dikeluarkan.
      3.Jangan pake styrofoam dan plastik
      4.Menanam pohon secara masal, dll

      jadi sebenarnya cara yg praktis atau cepat untuk mengurangi atupun mencegah terjadinya global warming dari diri kita sendiri tadi,
      dengan mencintai lingkungan sekitar kita,

      terimkasih

  15. likes ayu said blog jo emg keren hhehhe

    mw nanya
    sebenernya ada ga c langkah yang konkret dari pemerintah untuk mengatasi tenggelamnya pulau2??…keliatanny itu am pemerintah kyk diacuhin

    yupz itu saja pertanyaan dr isna
    mhon djawab
    mercy😉

    • terimakasih kepada isna yg udh emberikan kmentar,,

      pertnyaan isna hmpir sama seperti pertanyaan hendra,
      yaitu peran pemerintah,

      menurut saya,
      sama dengan jawaban saya terhadap jawabn hendra d atas,
      yaitu peran nyata dari pemerintah belum ada ataupun blum terlihat langsung hanya berupa janji2 saja terhadap perubahan iklim ini, padahal Indonesia sampai saat ini telah kehilangan 24 pulau.

      Sekarang yang paling dibutuhkan adalah komitmen dan keberanian politik pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah nyata dalam mengatasi perubahan iklim, Saatnya membuktikan janji dari pemimpin dalam mengatasi krisis dari perubahan iklim ini.

      terimakasih

  16. Kan sudah dijelaskan berbagai dampak dari perubahan iklim. Tolong berikan contoh dmapak-dampak dr perubahan iklim yang terjadi selain kenaikan permukaan air laut??..
    Tengkyu

    • Terimakasih kepada saudari shifa yg sudah memberikan komentarnya terhadap blog saya,,

      saya akan mencoba menjawab,
      menurut saya sendiri dampak yang terjadi dari perubahan iklim ada banyak,
      dan merupakan suatu kerugian yang bisa merusak bahkan mengahancurkan bumi yang kita ini,

      beberapa conntohnya seperti,
      1.Mencairnya Es di Kutub menyebabkan mencairnya es dan gletser di seluruh dunia, terutama di Kutub Utara dan Selatan. Diketahui bahwa es yang menyelimuti permukaan bumi telah berkurang 10% sejak tahun 1960.
      2. Selain itu Perubahan iklim juga menyebabkan terjadinya pergeseran musim, di mana musim kemarau akan berlangsung lama sehingga menimbulkan bencana kekeringan dan penggurunan. Berubahnya pola curah hujan yang akhirnya merubah pola iklim dunia termasuk Indonesia, seperti musim hujan akan berlangsung dengan intensitas curah hujan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor.
      3. Hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu dan iklim di bumi.
      4. Dampak Lainnya dari perubahan iklim juga akan menyebabkan terjadinya krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen, krisis air bersih, meluasnya penyebaran penyakit tropis seperti malaria, demam berdarah dan diare, kebakaran hutan.
      Dan begitu banyak lainnya dampak dari perubahan iklim ini yang sangat mengkhawatirkan nantinya,

      Dan banyak lainnya dampak dari perubahan iklim yang sangat kita takutkan ini,

      Terimakasih,

  17. joe,,,keren blognya,,

    aq mau nanya ya…

    kan klo menurut para peneliti, bisa 2000 pulau kecil akan hilang,,,

    untuk sekarang ini,,ada ga pulau kecil indonesia yang udah terkena dampaknya?

    • terimakasih atas pujiannnya saudar ayu,,
      hehehhhe. . .,,

      menurut yang saya baca dari beberapa sumber,
      perlahan tapi pasti indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau, sudah kehilangan puluhan pulau-pulau kecil akibat dari perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut,,
      tepatnya menteri kelautan kita kemarin menyatakan:
      “Indonesia saat ini telah kehilangan 24 pulau akibat perubahan iklim,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi saat seminar di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (14/10/2009).

      nah,,,
      bahaya bgt kan ayu,,,
      saat ini udh 24,,

      tahun dpan??
      hemm,,hem,,,,,,
      sunguuh sangat berbahaya,,

  18. ok…sudah bagus…
    coba isinya dilengkapi hingga minimal 800 kata ya…ok…biar saya kasih komentar secara substansi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: