<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Joeshhh&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://josuasilitonga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://josuasilitonga.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Seorang Yang Sedang Mencari Jati Diri Tentang Apa Inti dan Arti Dari Sebuah Hidup Ini&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Dec 2011 17:36:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='josuasilitonga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/136a7ccbe3c2050df4e094672efa3f87?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Joeshhh&#039;s Blog</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://josuasilitonga.wordpress.com/osd.xml" title="Joeshhh&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://josuasilitonga.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>RINGKASAN</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2011/12/08/ringkasan/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2011/12/08/ringkasan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 17:36:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[RINGKASAN AHMAD THONTOWI. Potensi Bakteri Pendegradasi Hidrokarbon Alkana Sebagai Agen Bioremediasi Pencemaran Minyak di Perairan Laut Indonesia. Dibimbing oleh ANJA MERYANDINI dan YOPI. n-Alkana alifatik merupakan kelompok hidrokarbon terbesar yang ada di minyak mentah maupun hasil penyulingan, yaitu berkisar antara 20-50%. Dalam pemakaiannya, senyawa n-alkana terkandung dalam bensin, kerosin, dan minyak pelumas. Masuknya senyawa alkana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=527&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RINGKASAN AHMAD THONTOWI. Potensi Bakteri Pendegradasi Hidrokarbon Alkana Sebagai Agen Bioremediasi Pencemaran Minyak di Perairan Laut Indonesia. Dibimbing oleh ANJA MERYANDINI dan YOPI. n-Alkana alifatik merupakan kelompok hidrokarbon terbesar yang ada di minyak mentah maupun hasil penyulingan, yaitu berkisar antara 20-50%. Dalam pemakaiannya, senyawa n-alkana terkandung dalam bensin, kerosin, dan minyak pelumas. Masuknya senyawa alkana dan poliaromatik hidrokarbon (PAH) ke lingkungan akan menyebabkan polusi bagi lingkungan. Mikroba yang mempunyai kemampuan mendegradasi minyak telah berhasil diisolasi, serta mekanisme degradasinya telah dipelajari secara intensif. Namun mikroba tersebut diisolasi dari daerah subtropis, sedangkan mikroba pendegradasi minyak dari perairan daerah tropis belum ada laporannya. Berdasarkan hal tersebut kegiatan pengungkapan biodiversitas mikroba laut pendegradasi minyak menjadi sangat penting. Hasil eksplorasi LIPI-NITE telah diperoleh koleksi bakteri (65 isolat) dari Pulau Pari-Kepulauan Seribu, Jakarta. Bakteri tersebut diisolasi dengan menggunakan substrat minyak mentah. Namun bakteri-bakteri tersebut belum diketahui kemampuannya dalam mendegradasi senyawa alkana dan PAH sebagai komponen utama minyak. Dari koleksi bakteri tersebut diharapkan dapat diperoleh bakteri pendegradasi alkana dan PAH sekaligus. Untuk itu perlu diketahui kemampuan degradasi pada senyawa alkana dan PAH dari koleksi bakteri Pulau Pari. Kemampuan bakteri mendegradasi senyawa alkana dan PAH melibatkan beberapa gen. Pada penelitian ini, analisis molekuler difokuskan pada gen yang berperan dalam degradasi alkana. Kemampuan degradasi alkana dari bakteri melibatkan suatu enzim kunci, yaitu alkana-monooksigenase. Enzim ini diatur oleh operon gen alkBFGHJKL dan alkST. Gen alkB mengkode protein AlkB (alkana monooksigenase) yang berperan dalam degradasi alkana. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keragaman bakteri dan karakternya dalam mendegradasi komponen minyak, khususnya alkana, (2) membuktikan keragaman gen alkB dari bakteri yang berasal dari perairan laut Pulau Pari-Kepulauan Seribu, Jakarta. Pada penelitian ini dilakukan analisis sebagian gen 16S rDNA, seleksi dan karakterisasi bakteri pendegradasi alkana dari perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Selanjutnya dari bakteri terseleksi dilakukan deteksi gen alkB yang berperan dalam degradasi senyawa alkana dengan menggunakan metode PCR. Keragaman gen alkB dilakukan dengan melakukan kloning sebagian gen ini ke dalam Escherichia coli JM109. Hasil analisis homologi sebagian gen 16S rDNA dari 65 isolat, diperoleh lima kelas bakteri pendegradasi minyak dari Pulau Pari, yaitu-proteobakteri (44,6 %),-proteobakteria (47,7%), Flavobakteria (4,7%), aktinobakteria, proteobakteria dan-proteobakteria mendominasi bakteri yang ada di Pulau Pari. Pulau Pari, yaitu sekitar 29% diikuti genus Novosphingobium sebesar 20 %. Genus Alcanivorax (isolat 9, 31, dan 45) mempunyai kemampuan mendegradasi senyawa alkana (parafin dan pristan) serta poliaromatik hidrokarbon (fenantren, dibenzotiofen, fluoren, fenotiazin, piren dan fluoranten). Isolat 31 mampu mendegradasi parafin pada hari pertama inkubasi hingga sisa senyawa ini sekitar 12,8%. Setelah hari kedua inkubasi, sisa parafin mengalami penurunan berkisar antara 1-6%. Biodegradasi pristan oleh isolat 45 membutuhkan waktu lebih lama dibandingka parafin. Pristan mulai terdegradasi pada hari ke lima inkubasi. Sisa pristan berkisar 40% setelah inkubasi selama 9 hari. Dengan teridentifikasinya jenis-jenis bakteri di Pulau Pari yang mempunyai kemampuan mendegradasi senyawa alkana dan poliaromatik hidrokarbon menunjukkan bahwa di lingkungan Pulau Pari telah terjadi proses biodegradasi minyak secara alami. Pada penelitian ini deteksi gen alkB dilakukan dengan menggunakan metode PCR. Amplifikasi gen alkB menggunakan primer AlkB-R/F. Isolat bakteri yang dideteksi kandungan gen alkB-nya ialah isolat yang mampu tumbuh pada senyawa alkana (parafin dan pristan). Hasil amplifikasi gen alkB dari 8 isolat (1, 6, 9, 31, 44, 45, 57, dan 71) menghasilkan pita dengan ukuran sekitar 550 pb. Hasil yang sama diperoleh dari pita 81 sebagai kontrol positif. Untuk memastikan bahwa pita 550 pb hasil amplifikasi PCR merupakan gen alkB (alkana monooksigenase), maka pita DNA dari tiap-tiap isolat tersebut dipotong dan dimurnikan dari gel agarosa untuk memperoleh DNA murninya. Pita DNA ini selanjutnya diligasikan dengan plasmid pGEM-T Easy serta ditransformasikan ke dalam sel E. coli JM109. Konfirmasi sel E. coli JM109 transforman telah membawa plasmid rekombinan diketahui dengan melakukan pengecekan terhadap 8 koloni putih untuk tiap isolat bakteri menggunakan metode PCR koloni. Hasil positif menunjukkan bahwa hasil amplifikasi PCR menghasilkan pita DNA berukuran sekitar 800 pb. Pita 800 pb diperoleh dari penggabungan daerah DNA plasmid pGEM-T Easy yang mengapit gen alkB sisipan (250 pb) dan DNA yang diduga gen alkB (550 pb). Dengan diperolehnya pita berukuran sekitar 800 pb diduga telah diperoleh plasmid pGEM-T Easy rekombinan yang mengandung gen alkB. Untuk memastikan gen alkB telah terligasi dengan plasmid pGEM-T Easy, pita berukuran sekitar 800 pb tersebut dianalisis sekuen basa-basanya. Sekuen gen alkB seluruh isolat terpilih menunjukkan prosentase keidentikan dengan alkana monooksigenase dari bank data berkisar antara 67-93%. Hal ini berarti secara genetik bakteri-bakteri tersebut memiliki gen alkB yang berperan dalam degradasi alkana. Hasil ini menunjukkan bahwa kedelapan isolat mempunyai variasi sekuen alkana monooksigenase. Variasi ini menunjukkan beragamnya gen alkB dari isolat bakteri dengan takson yang berbeda. PENDAHULUAN Latar Belakang Minyak mentah terdiri atas senyawa hidrokarbon rantai jenuh, aromatik, resin, dan aspaltan (Harayama et al. 1999). Hidrokarbon rantai jenuh tidak mempunyai rantai ganda. Hidrokarbon jenis ini dikelompokkan berdasarkan struktur kimianya menjadi n-alkana (parafin), isoalkana dan sikloalkana (naften). Dari beberapa senyawa tersebut, n-alkana alifatik merupakan kelompok hidrokarbon terbesar yang ada di minyak mentah maupun hasil penyulingan, yaitu berkisar antara 20-50% (Head et al. 2006). Dalam pemakaiannya, senyawa n- alkana terkandung dalam bensin, kerosin dan minyak pelumas. Toksisitas n-alkana bergantung pada panjang rantainya (Gill dan Ratledge 1972). Hanya n-alkana berantai pendek saja yang secara langsung bersifat toksik. Senyawa ini mampu melarutkan lemak sel dan membran (Sikkema et al. 1995). Adapun n-alkana rantai panjang mampu membentuk genangan dan selaput minyak di perairan (Leahy dan Colwell 1990), dan dalam waktu yang lama akan membentuk gumpalan yang dikenal dengan nama tarr ball. Mikroba yang mempunyai kemampuan mendegradasi minyak telah berhasil diisolasi (Kasai et al. 2002; Okazaki et al. 2006), serta mekanisme degradasinya telah dipelajari secara intensif (Van Hamme et al. 2003; Harayama et al. 2004). Namun mikroba tersebut diisolasi dari daerah subtropis, dengan keadaan geografis dan suhu yang berbeda, sedangkan mikroba pendegradasi minyak dari perairan daerah tropis belum ada laporannya. Selain itu, dengan wilayah laut Indonesia yang mencapai 2/3 luas negara, kegiatan pengungkapan biodiversitas mikroba laut pendegradasi minyak menjadi sangat penting. Sejak tahun 2005, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan National Institute of Technology and Evaluation (NITE)- Jepang melaksanakan penelitian bersama dalam proyek bioremediasi minyak. Pada proyek ini perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta dijadikan sebagai model penerapan teknik biostimulasi. Biostimulasi merupakan cara remediasi dengan pemberian nutrien tertentu untuk merangsang aktivitas mikroba asli daerah tercemar dalam mendegradasi polutan. Teknik ini memiliki efisiensi tinggi dan ramah lingkungan (Harayama et al. 2004). Kerjasama penelitian tersebut lebih difokuskan pada aplikasi dan analisis komunitas mikroba pendegradasi minyak serta dampaknya terhadap lingkungan. Untuk mendukung hal itu, perlu dilakukan kajian dasar untuk menganalisis mikroba yang mempunyai kemampuan mendegradasi komponen minyak, seperti senyawa alkana dan poliaromatik hidrokarbon (PAH). Walaupun kandungan PAH di minyak mentah (sekitar 25%) lebih kecil dibanding alkana, namun senyawa ini memiliki tingkat toksisitas yang tinggi (Van Hamme et al. 2003). Dengan demikian kedua senyawa ini merupakan komponen penting dari minyak yang mempunyai efek negatif bagi lingkungan. Hasil eksplorasi LIPI-NITE telah memperoleh koleksi bakteri dari Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Bakteri tersebut diisolasi dengan menggunakan substrat minyak mentah (Yopi et al. 2006a). Namun bakteri-bakteri tersebut belum diketahui kemampuan spesifiknya dalam mendegradasi senyawa alkana dan PAH-sebagai komponen utama minyak. Dari koleksi bakteri tersebut diharapkan dapat diperoleh bakteri pendegradasi alkana dan PAH sekaligus. Untuk itu perlu diketahui kemampuan degradasi pada senyawa alkana dan PAH dari koleksi bakteri Pulau Pari. Laporan Van Hamme et al. (2003) menyebutkan bahwa beberapa bakteri mempunyai kemampuan mendegradasi alkana dan PAH sekaligus, seperti Pseudomonas putida dan Rhodococcus sp. Kemampuan bakteri mendegradasi senyawa alkana dan PAH melibatkan beberapa gen. Pada penelitian ini, analisis molekuler difokuskan pada gen yang berperan dalam degradasi alkana. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kemampuan degradasi alkana diatur oleh operon gen alkBFGHJKL dan alkST (van Beilen et al. 1994; 2003; Dinamarca et al. 2003). Gen alkB mengkode protein AlkB (alkana monooksigenase), yaitu suatu enzim kunci yang berperan penting dalam degradasi alkana (Harayama et al. 1999; van Bailen et al. 1994; Shanklin dan Whittle 2003). Deteksi keberadaan gen alkB dengan menggunakan metode hibridisasi pada berbagai organisme dalam komunitas mikroba telah dilakukan (Sotzsky et al. 1994; Whyte et al. 1995; Vomberg dan Klinner 2000). Namun metode ini membutuhkan waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan menggunakan PCR. Deteksi dengan menggunakan metode PCR juga dapat dilakukan pada bakteri yang dapat dikulturkan (Smits et al. 1999; Vomberg dan Klinner 2000; van Beilen et al. 2002; Kloos et al. 2006). Dari laporan yang ada, ternyata terdapat variasi yang tinggi pada urutan sekuen alkB bakteri dari kelompok taksonomi berbeda (Smits et al. 1999; van Beilen et al. 2003). Keragaman gen alkB dari bakteri laut Indonesia tentunya menjadi menarik untuk dikaji. Selain itu, saat ini gen alkB juga digunakan sebagai penanda untuk memonitor keberadaan cemaran minyak di suatu lingkungan (van Beilen et al. 2003). Pada penelitian ini dilakukan analisis sebagian gen 16S rDNA, seleksi dan karakterisasi bakteri pendegradasi alkana dari perairan laut Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Selanjutnya dari bakteri terseleksi dilakukan deteksi gen alkB yang berperan dalam degradasi senyawa alkana dengan menggunakan metode PCR. Analisis keragaman gen alkB dilakukan dengan melakukan kloning sebagian gen ini ke dalam Escherichia coli JM109. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan dalam penyusunan bank data mikroba pendegradasi hidrokarbon minyak serta biomonitoring pencemarannya di perairan laut Indonesia. Selain itu, bakteri pendegradasi hidrokarbon alkana dapat diaplikasikan dalam bioremediasi minyak dan penghasil biosurfaktan. Adapun penggunaan enzim alkana monooksigenase nantinya dapat digunakan sebagai biokatalis dalam biotransformasi senyawa- senyawa hidrokarbon menjadi senyawa yang bernilai ekonomi tinggi, seperti degradasi sikloalkana menjadi asam adipat (Harayama et al. 1999). Asam adipat merupakan salah satu bahan utama yang digunakan untuk menyintesis nilon 6,6,- suatu bahan yang sangat penting hasil dari industri poliamida. Nilon 6,6 banyak digunakan sebagai bahan kain, cat, ban, film, resin, dan monofilamen (Moreau et al. 1993). Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keragaman bakteri dan karakternya dalam mendegradasi komponen minyak khususnya alkana, dan (2) membuktikan keragaman gen alkB dari bakteri yang berasal dari perairan laut Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>POTENSI BAKTERI PENDEGRADASI HIDROKARBON ALKANA SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI PENCEMARAN MINYAK DI LAUT INDONESIA AHMAD THONTOWI Tesis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada Program Studi Bioteknologi SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=527&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2011/12/08/ringkasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aspirin</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2011/05/14/aspirin/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2011/05/14/aspirin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 06:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia Bahan Hayati Laut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[ASPIRIN 1.      Sejarah penemuan Aspirin Aspirin atau asam asetil salisilat merupakan salah satu analgesik (pereda rasa nyeri) yang telah dikenal di dunia dan digunakan masyarakat luas. Aspirin dapat digunakan untuk meredakan rasa nyeri seperti nyeri kepala, nyeri gigi, nyeri otot, dan juga dapat menurunkan demam. Aspirin ditemukan oleh Felix Hoffmann pada tahun 1897. Suatu ketika, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=499&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>ASPIRIN</strong></p>
<p style="text-align:left;" align="center"><strong>1.      </strong><strong>Sejarah penemuan Aspirin</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-501" title="asprin1" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2011/05/asprin1.jpg?w=468" alt=""   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Aspirin atau asam asetil salisilat merupakan salah satu analgesik (pereda rasa nyeri) yang telah dikenal di dunia dan digunakan masyarakat luas. Aspirin dapat digunakan untuk meredakan rasa nyeri seperti nyeri kepala, nyeri gigi, nyeri otot, dan juga dapat menurunkan demam. Aspirin ditemukan oleh Felix Hoffmann pada tahun 1897.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Suatu ketika, ayah Felix Hoffmann menderita nyeri rematik (<em>rheumatoid artritis</em>). Karena itu Hoffmann berusaha melakukan penelitian terhadap obat yang dapat meringankan penderitaan ayahnya. Di musim panas 1987, Hoffmann melakukan proses asetilasi (CH3CO) pada beberapa molekul, dengan harapan dapat meningkatkan kekuatan obat atau menurunkan toksisitas dari zat aktif suatu obat. Dan ia melakukan asetilasi asam salisilat dari sediaan salep yang berasal dari kulit kayu pohon willow. Pada masa dahulu kulit kayu pohon willow telah dikenal dapat menurunkan demam dan meredakan rasa nyeri. Ternyata zat aktif yang terdapat pada kulit kayu tersebut adalah asam salisilat. Pada tahun 1859 Herman Kolbe berhasil menentukan struktur kimia dan menyintesisnya. Asam salisilat memang dapat meredakan rasa nyeri, tetapi juga memiliki efek samping yaitu mengiritasi lambung karena sifatnya yang terlalu asam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Karena alasan itu pula, Hoffmann berusaha mencari turunan asam salisilat yang memiliki efek samping yang lebih ringan. Ia melakukan asetilasi gugus hidroksil (OH) pada asam salisilat pada posisi 1 cincin benzene dan ia berhasil menemukan asam asetil salisilat. Sebelumnya hal ini pernah dilakukan Charles Gerhardt pada tahun 1853. Hanya, Hoffmann menggunakan cara yang lebih baik dalam menghasilkan asam asetil salisilat, yaitu menggunakan asetat anhidrat sebagai agen asetilasi, dibandingkan dengan asetil klorida yang digunakan Gerhardt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:center;"><span id="more-499"></span></p>
<p>Aspirin merupakan akronim dari:</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-500" title="asprin" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2011/05/asprin.jpg?w=468" alt=""   /></strong></p>
<p><strong>A :</strong> Gugus asetil<br />
<strong>spir :</strong> nama bunga tersebut dalam bahasa Latin<br />
<strong>spiraea :</strong> suku kata tambahan yang sering kali digunakan<br />
<strong>in :</strong> untuk zat pada masa tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Pada tanggal 23 Januari 1899, Bayer mendaftarkan aspirin sebagai nama dagang, dan kemudian diperdagangkan dalam bentuk serbuk. Aspirin dalam bentuk larutan diperkenalkan pada tahun 1900. Dan pada tahun 1915, aspirin diproduksi dalam bentuk tablet. Dan Aspirin telah menjadi <em>trade mark</em> industri farmasi Bayer.<strong></strong></p>
<p><strong>2.      </strong><strong>Cara Kerja Aspirin</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Ketika Anda terluka, tubuh Anda menghasilkan prostaglandin yang asam lemak yang kompleks yang bertindak seperti hormon dalam jaringan tubuh. Prostaglandin bertindak dengan merangsang dilatasi (semakin besar) pembuluh darah dan kontraksi otot, mereka juga awal Anda merasa sakit.  Aspirin muncul untuk menghentikan produksi prostaglandin dengan melampirkan untuk enzim, dan dengan demikian berhenti pesan nyeri ke otak anda. Dengan mengurangi produksi yang disebut prostaglandin tromboksan, aspirin juga dapat mencegah penggumpalan darah dan bertindak sebagai sebuah antikoagulan. Ini adalah penggunaan klinis yang penting pada pasien jantung.  Seperti aspirin diserap ke dalam aliran darah, dapat melakukan perjalanan ke seluruh bagian tubuh, produksi prostaglandin tinggi hanya di daerah terluka sehingga aspirin hanya efektif di daerah-daerah dan dengan demikian mengurangi rasa sakit di mana pun dirasakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Dengan mencegah produksi prostaglandin, aspirin juga mengurangi beberapa fungsi tubuh yang diperlukan. Sebuah tablet tunggal sering sekali tidak akan memiliki banyak dampak pada fungsi-fungsi ini, tetapi harus diperhatikan pada pengguna biasa. Mengambil aspirin untuk menghilangkan rasa sakit untuk luka benar-benar dapat memperlambat penyembuhan trombosit tidak bisa menggumpal untuk membentuk scabs. Obat berdasarkan aspirin, seperti ibuprofen, naproxen dan acetaminophen (Tylenol,) telah dikembangkan untuk menghindari beberapa efek samping.<strong></strong></p>
<p><strong>3.      </strong><strong>Efek Samping Aspirin</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Aspirin/asam asetil salisilat/asetosal merupakan obat hepatotoksik (obat yang dapat menyebabkan kelainan pada hepar dan tergantung pada besarnya dosis (Predictable)). Gejala hepatotoksik timbul bila kadar salisilat serum lebih dari 25 mg/dl (dosis : 3 – 5 g/hari). Keadaan ini nampaknya sangat erat hubungannya dengan kadar albumin darah, karena bentuk salisilat yang bebas inilah dapat merusak hepar. Pemilihan obat pada anak terbatas pada NSAID yang sudah diuji penggunaannya pada anak, yaitu: aspirin, naproksen atau tolmetin, kecuali pemberian aspirin pada kemungkinan terjadinya Reye’s Syndrome, aspirin untuk menurunkan panas dapat diganti dengan asetaminofen, nimesulide, seperti halnya NSAID lain, tidak dianjurkan untuk anak dibawah 12 tahun karena aspirin bersifat iritatif terhadap lambung sehingga meningkatkan risiko ulkus (luka) lambung, perdarahan, hingga perforasi (kebocoran akibat terbentuknya lubang di dinding lambung), serta menghambat aktivitas trombosit (berfungsi dalam pembekuan darah) sehingga dapat memicu resiko perdarahan).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=499&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2011/05/14/aspirin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2011/05/asprin1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">asprin1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2011/05/asprin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">asprin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halogen</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2011/05/14/halogen/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2011/05/14/halogen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 06:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kimia Bahan Hayati Laut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[1. Mengapa Senyawa Bahan Alam Laut Kaya Akan Unsur Halogen? Sumberdaya hayati laut intangibile mencakup kandungan senyawa metabolit primer dan sekunder dari  mikro-makro organisme dan tumbuhan laut. Agar-agar, karraginan, sun-chlorella, ekstrak spirulina, adalah beberapa contoh ekstrak produk laut yang cukup populer dipendengaran kita sebagai bahan makanan tambahan. Senyawa metabolit sekunder diartikan sebagai senyawa kimia organik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=496&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. </strong><strong>Mengapa Senyawa Bahan Alam Laut Kaya Akan Unsur Halogen?</strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sumberdaya hayati laut <em>intangibile</em> mencakup kandungan senyawa metabolit primer dan sekunder dari  mikro-makro organisme dan tumbuhan laut. Agar-agar, karraginan, sun-chlorella, ekstrak spirulina, adalah beberapa contoh ekstrak produk laut yang cukup populer dipendengaran kita sebagai bahan makanan tambahan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Senyawa metabolit sekunder diartikan sebagai senyawa kimia organik yang terkandung dengan kuantitas yang sedikit atau malah renik dan tak terlibat langsung dalam proses metabolisme tapi sangat berperan dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup. Pada senyawa metabolit sekunder dari laut, sering ditemukan struktur molekul baru yang belum pernah ditemukan pada senyawa metabolit sekunder terrestrial. Kekhasan lain dari struktur senyawa metabolit sekunder laut adalah kandungan unsur halogen. Kekhasan struktur metabolit sekunder dari laut merupakan konsekuensi dari kondisi lingkungan laut  yang sangat bervariasi.  Faktor abiotik sebagai contoh: suhu air laut bervariasi dari –1,5 derajad Celcius di wilayah Antartika,  hingga mencapai 350 derajat Celcius pada hidrotermal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:center;"><span id="more-496"></span></p>
<p><strong>2.     </strong><strong>Apa itu Unsur Halogen?</strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Halogen adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan 17 (VII atau VIIA pada sistem lama) di tabel periodik. Kelompok ini terdiri dari: fluor (F), klor (Cl), brom (Br), yodium (I), astatin (At), dan unsur ununseptium (Uus) yang belum ditemukan. Karena kereaktifannya yang sangat tinggi, halogen ditemukan di alam hanya dalam bentuk senyawa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Asal kata halogen adalah bahasa Yunani yang berarti produksi garam dengan reaksi langsung dengan logam. Unsur-unsur halogen secara alamiah berbentuk molekul diatomik. Mereka membutuhkan satu tambahan elektron untuk mengisi orbit elektron terluarnya, sehingga cenderung membentuk ion negatif bermuatan satu. Ion negatif ini disebut ion halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/496/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=496&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2011/05/14/halogen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengelolaan Kawasan Pesisir Secara Terpadu di Wilayah Teluk Tapian Nauli, Sibolga</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/12/20/pengelolaan-kawasan-pesisir-secara-terpadu-di-wilayah-teluk-tapian-nauli-sibolga/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/12/20/pengelolaan-kawasan-pesisir-secara-terpadu-di-wilayah-teluk-tapian-nauli-sibolga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2010 09:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengelolaan Sumber Daya Pesisir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[A. Pendahuluan Gambar1. Pesisir Kota Sibolga Dengan jumlah pulau sekitar 17.508 dan garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia dikenal sebagai negara mega-biodiversity dalam hal keanekaragaman hayati, serta memiliki kawasan pesisir yang sangat potensial untuk berbagai opsi pembangunan. Namun demikian dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pesatnya kegiatan pembangunan di wilayah pesisir, bagi berbagai peruntukan (pemukiman, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=477&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A. </strong><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/12/2.jpg"><img class="aligncenter" title="2" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/12/2.jpg?w=373&#038;h=201" alt="" width="373" height="201" /></a><em>Gambar1. Pesisir Kota Sibolga</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Dengan jumlah pulau sekitar 17.508 dan garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia dikenal sebagai negara <em>mega-biodiversity </em>dalam hal keanekaragaman hayati, serta memiliki kawasan pesisir yang sangat potensial untuk berbagai opsi pembangunan. Namun demikian dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pesatnya kegiatan pembangunan di wilayah pesisir, bagi berbagai peruntukan (pemukiman, perikanan, pelabuhan, obyek wisata dan lain-lain), maka tekanan ekologis terhadap ekosistem dan sumberdaya pesisir dan laut itu semakin meningkat. Meningkatnya tekanan ini tentunya akan dapat mengancam keberadaan dan kelangsungan ekosistem dan sumberdaya pesisir, laut dan pulau-pulau kecil yang ada disekitarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:center;"><span id="more-477"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Satu hal yang lebih memprihatinkan adalah, bahwa kecenderungan kerusakan lingkungan pesisir dan lautan lebih disebabkan paradigma dan praktek pembangunan yang selama ini diterapkan belum sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (<em>sustainable development</em>). Cenderung bersifat ekstratif serta dominasi kepentingan ekonomi pusat lebih diutamakan daripada ekonomi masyarakat setempat (pesisir). Seharusnya lebih bersifat partisipatif, transparan, dapat dipertanggung-jawabkan (<em>accountable</em>), efektif dan efisien, pemerataan serta mendukung supremasi hukum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk membantu memberikan solusi dalam menyusun strategi pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu di wilayah Teluk Tapian Nauli, Kotamadya Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah. Berdasarkan analisis terhadap sejumlah isu dan permasalahan serta karakteristik wilayah pesisir. Pada saatnya diharapkan dapat tercapai tujuan-tujuan pembangunan ekonomi, perbaikan kualitas lingkungan serta menghindari adanya konflik jangka panjang di wilayah tersebut. Untuk itu perlu dilakukan reformasi paradigma dan pola pembangunan kelautan, yang meliputi perbaikan seperangkat kebijakan yang bersifat teknis dan bersifat pengaturan (<em>governance</em>).</p>
<p><strong>B. Konsep Pengelolaan Wilayah Pesisir</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Konsep pengelolaan wilayah pesisir berbeda dengan konsep pengelolaan sumberdaya di wilayah pesisir yang mengelola semua orang dan segala sesuatu yang ada di wilayah pesisir. Contoh dari pengelolaan yang berbeda dengan pengelolaan wilayah pesisir adalah; pengelolaan perikanan, pengelolaan hutan pantai, pendidikan dan kesehatan dimana contoh-contoh tersebut tidak melihat wilayah pesisir sebagai<strong> </strong>target.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Yang paling utama dari konsep pengelolaan wilayah pesisir adalah fokus pada karakteristik wilayah dari pesisir itu sendiri, dimana inti dari konsep pengelolaan wilayah pesisir adalah kombinasi dari pembangunan adaptif, terintegrasi, lingkungan, ekonomi dan sistem sosial. Selanjutnya konsep pengelolaan wilayah pesisir didalam filosofinya mengenal prinsip keseimbangan antara pembangunan dan konservasi. Pembangunan berkelanjutan yang didasarkan pada prinsip-prinsip lingkungan juga memasukkan konsep keseimbangan ketergantungan waktu dan keadilan sosial.</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<p><strong>C. Kota Sibolga</strong></p>
<p><strong>C.1. Secara Geografis</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/12/1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-478" title="1" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/12/1.jpg?w=173&#038;h=247" alt="" width="173" height="247" /></a>Kota Sibolga terletak di pantai barat pulau <a title="Sumatera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a>, membujur sepanjang pantai dari utara ke selatan dan berada pada kawasan teluk yang bernama Teluk Tapian Nauli. Mempunyai wilayah seluas 3.356,60 ha (35,36 km<sup>2</sup>) , yang terdiri dari 1.126,67 Ha daratan Sumatera, 23,32 Ha daratan kepulauan dan 2.171,01 Ha lautan. Sibolga dapat dicapai melalui jalan darat ± 350 km sebelah barat daya kota Medan, ± 470 km di utara kota Padang, dan jika ditempuh melalui jalur laut ± 659 Mil dari pelabuhan Belawan. Pulau-pulau yang termasuk dalam kawasan Kota Sibolga adalah Pulau Poncan Gadang, Pulau Poncan Ketek, Pulau Sarudik dan Pulau Panjang. Dengan batas-batas wilayah: Timur, Selatan, Utara pada Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Barat dengan Teluk Tapian Nauli. Letak kota membujur sepanjang pantai dari Utara ke Selatan menghadap Teluk Tapian Nauli. Sementara sungai-sungai yang dimiliki, yakni Aek Doras, Sihopo-hopo, Aek Muara Baiyon dan Aek Horsik.</p>
<p><strong>C.2. Secara Demografi</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sementara itu, wilayah administrasi pemerintahan terdiri dari empat kecamatan dan 16 kelurahan. Keempat kecamatan itu yakni, Kecamatan Sibolga Utara dengan empat kelurahan dengan luas area 3,333 km<sup>2</sup>, Kecamatan Sibolga Kota dengan empat kelurahan dengan luas area 2,732 km<sup>2</sup>, Kecamatan Sibolga Selatan dengan empat kelurahan dengan luas area 3,138 km<sup>2</sup>, Kecamatan Sibolga Sambas dengan empat kelurahan dengan luas area 1,566 km<sup>2</sup>. (Badan Pertahanan Nasional Kota Sibolga).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Jumlah penduduk Kota Sibolga berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik Kota Sibolga Tahun 2007 adalah 93.207 jiwa. Yang terdiri dari 46.690 jiwa laki-laki dan 46.517 jiwa perempuan. Dengan wilayah seluas 3.356,60 ha di daratan Sumatera dan urban growth seluas 644,53 ha berarti kepadatan penduduk pada wilayah pemukiman adalah 13.359 jiwa per km persegi. Sementara pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sekitar 1,78 persen. (Pemko Sibolga, 2007, xvi).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Dilihat dari sisi kepariwisataan, Kota Sibolga sangat potensial, karena disamping keindahan alam pegunungan, juga terdapat pantai-pantai yang indah di Teluk Tapian Nauli dan perbukitan yang seolah-olah melindungi kota ini, serta pulau-pulau yang menarik yang berada di perairan teluk memiliki taman laut eksotis sehingga Kota Sibolga sangat potensial dikembangkan sebagai kota objek wisata. Sibolga juga kaya akan peninggalan bersejarah, adat dan budaya. Kota ini juga merupakan titik sentral bagi wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan ke daerah-daerah disekitarnya seperti Pulau Nias, Provinsi Sumatera Barat dan Aceh Nangro.</p>
<p><strong>D. Teluk Tapian Nauli</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/12/3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-480" title="3" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/12/3.jpg?w=468" alt=""   /></a></strong><em>Gambar 4. Teluk Tapian Nauli</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><br />
</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Desa Tapian Nauli, yaitu seluas 194 km2 masuk dalam wilayah kecamatan Tapian Nauli. Jumlah penduduk lebih kurang 5010 jiwa, dengan mata pencaharian utama adalah sebagai nelayan. Desa Tapian Nauli terdiri dari 7 Dusun. Teluk Tapian Nauli sudah lama dikenal dengan kekayaan laut yang dimiliki di kawasan lautan Indonesia. Di sini tersimpan ikan-ikan yang terkenal mahal dalam pasaran dunia seperti kerapu, kakap, tuna, tenggiri serta berbagai jenis ikan pelagis kecil seperti lemuru, tembang, kembung dan layang-layang. Di sini juga hidup ikan-ikan demersal, udang, lobster, yang dikenal laku keras di pasaran untuk memenuhi permintaan berbagai rumah-makan terkenal di Hongkong, Singapura dan Malaysia. Ikan tuna, misalnya, jenis ikan sangat digemari di pasaran dunia ini ternyata banyak terdapat di perairan laut Sibolga. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil penelitian oleh sekelompok pengusaha dan peneliti dari Australia yang menyimpulkan bahwa perairan Sibolga sampai pada batas ratusan kilometer ke Samudera Indonesia merupakan sarang ikan tuna.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pegembangan (Puslitbang) Oceanologi LIPI juga memperkirakan potensi lestari ikan tuna baik di wilayah perairan Zona Economi Exclusif (ZEE) maupun perairan wilayah mencapai sekitar 32.000 ton per tahun.  Tuna hanya salah satu contoh dari jenis dan keanekaragaman sumber hayati yang berkeliaran di kawasan perairan laut Sibolga. Dilihat dari segi potensi lestari, kawasan ini memang benar-benar menjadi “sarang” ikan. Menurut hasil penelitian Puslitbang Oceanologi LIPI bekerjasama dengan Ditjen Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan, potensi lestari perairan pantai barat Sumatera meliputi Perairan ZEE mencapai angka 115.330 ton per tahun, sementara di perairan laut wilayah sebanyak 202.126 ton per tahun. Dengan demikian potensi lestari pantai barat Sumatera termasuk ZEE diperkirakan mencapai 317.456 ton per tahun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Namun kekayaan ini masih belum sepenuhnya tergali. Persisnya, dari seluruh potensi itu, baru sekitar 10 sampai 12 persen atau rata-rata 37.000 ton per tahun yang tergarap. Ini masih “setitik embun”, dengan kata lain angka ini masih jauh dari angka idel yang sudah pernah diperkirakan oleh Badan Perencanaan Kota Sibolga bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Dalam Negeri yang mengatakan bahwa tingkat produksi yang optimal di pantai barat Sumatera seharusnya mampu mencapai 224.831,1 ton per tahunnya.</p>
<p><strong>E. Identifikasi dan Analisis Masalah</strong></p>
<p><strong>1. Kerusakan terumbu karang,</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sebagian besar penyebab kerusakan karang yang terjadi ialah dikarenakan akibat pengambilan terumbu karang sebagai bahan bangunan, hiasan, penggunaan potassium dan penggunaan bahan peledak untuk penangkapan ikan di masa lalu dan sebagian kecil masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kurang dilestarikannya terumbu karang di sekitar perairan Teluk Tapian Nauli, Sibolga tersebut membuat kurang suburnya perairan sibolga dengan ikan-ikan untuk di tangkap oleh nelayan, ini dikarenakan terumbu karang di Tapian Nauli dijadikan sebagai <em>fishing ground </em>oleh kapal-kapal penangkap ikan skala besar dari berbagai daerah lain, yang notabene memiliki kapasitas produksi ikan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan masyarakat Tapian Nauli.</p>
<p><strong>2. Kurangnya daya tangkap nelayan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Ketidakpastian pendapatan selama musim badai dan tingginya biaya operasional nelayan akibat melonjaknya harga bahan bakar minyak pada awal tahun 2008 menjadikan faktor pendorong terjadinya alih profesi didalam masyarakat nelayan. Selain itu pembukaan PLTU di Tapian Nauli juga menawarkan daya tarik tersendiri, karena proyek yang terbilang baru tersebut akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Sehingga nelayan lebih memilih berganti profesi demi keberlangsungan pendapatan. Nelayan di desa Tapian Nauli ini umumnya adalah nelayan yang bekerja di siang hari, yaitu sekitar 8 – 12 jam, kecuali pada musim udang para nelayan juga bekerja di malam hari.</p>
<p><strong>3. Sumber daya manusia</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Jumlah nelayan di kabupaten Tapian Nauli, Sibolga pada tahun 2004 yaitu sekita 10.655 orang nelayan, dan 70% diantaranya merupakan nelayan kecil yang melakukan operasi penangkapan ikan di wilayah perairan sibolga yaitu kurang dari 2 mil dari garis pantai.</p>
<p><strong>4. Minimnya sarana infra struktur </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Salah satu langkah pembangunan yang sedang dicanangkan di kawasan pantai barat hingga saat ini adalah terwujudnya Kota Sibolga menjadi kota primer yang bisa mendukung kegiatan ekspor dan impor. Nantinya Sibolga akan menjadi pusat atau sentral ekpor dan impor hasil pertanian dari kawasan pantai barat melalui pelabuhan Sibolga. Hal ini dikarenakan Kota Sibolga merupakan satu-satunya kota di pantai barat Sumatera Utara yang memiliki pelabuhan laut. Mengingat bahwa pelabuhan laut Sibolga merupakan salah satu andalan maka hal yang perlu dilakukan adalah membangun fasilitas pelabuhan. Fasilitas penting untuk menampung kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan.</p>
<p><strong>5. Pariwisata</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sebenarnya kota kecil ini merupakan kota pelabuhan yang cukup menarik dikunjungi, terletak di pinggir teluk tapian nauli secara tidak langsung memberikan pemandangan yang sangat indah, dengan pasirnya yang putih, dan laut yang tenang, kita pun juga dapat menyewa perahu untuk sekedar berkeliling dan singgah di pulau-pulau yang berada di sekitar teluk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Hanya saja peran pemerintah dalam menunjang potensi wisata di kota ini masih kurang, walaupun kota ini terlihat bersih, tapi potensi wisata masih kurang dikembangkan, kalaupun ada wisatawan yang datang itupun hanya semacam numpang lewat, soalnya kota ini juga merupakan akses menuju pulau nias. Dengan sedikit pembenahan dan promosi yang bagus terhadap kota sibolga ini nantinya akan dapat menjadikan kota Sibolga bisa menjadi tujuan wisata yang cukup populer di Sumatra. Jika ini nantinya itu dapat terwujud, perekonomian masyarakat Sibolga pasti terdongkrak naik karena nantinya masyarakat semakin akan memiliki peluang yang lebih luas dalam mencari sumber-sumber pencaharian melalui perdagangan dan jasa.</p>
<p><strong>F. Bidang Usaha Unggulan Yang Layak Dikembangkan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Berdasarkan uraian tentang potensi unggulan yang ada di Kota Sibolga maka dapat diidentifikasikan beberapa bidang usaha unggulan yang layak untuk dikembangkan yaitu :<br />
a. Fasilitas pergudangan pelabuhan<br />
b. Pabrik es untuk pengawetan ikan<br />
c. Pabrik pengolahan tepung ikan<br />
d. Wisata bahari<br />
e. Kawasan pusat bisnis (central business district/CBD)<strong> </strong></p>
<p><strong>E. Rencana Jangka panjang</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Sibolga, pengembangan pariwisata merupakan salah satu program prioritas dengan melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung pembangunan kepariwisataan tersebut. Berbagai event setiap tahunnya dilaksanakan di Kota ini dalam upaya menarik para wisatawan, seperti Lomba Perahu Dayung, Upacara Maure Lawik, Lomba Memancing Ikan, serta berbagai perlombaan Seni Budaya Khas Pesisir Sibolga lainnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/477/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=477&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/12/20/pengelolaan-kawasan-pesisir-secara-terpadu-di-wilayah-teluk-tapian-nauli-sibolga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/12/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/12/1.jpg?w=255" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/12/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Alasan Kenapa Harus Tersenyum</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/11/03/10-alasan-kenapa-harus-tersenyum/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/11/03/10-alasan-kenapa-harus-tersenyum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 12:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Awali pagi hari  dengan senyum dan ceria. Karena hal itu akan berdampak pada aktifitas kita sepanjang hari. Jika hati pagi-pagi sudah diliputi senyum dan ceria, maka segara urusan akan riang dikerjakan, tidak menjadi beban berat. Senyum merupakan kegiatan yang paling mudah dilakukan, tapi sangat sulit dilakukan ketika kita sedang dalam terjebak masalah, senyum banyak manfaatnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=466&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a name="documentContent" href="http://lombardo.blogdetik.com/2010/11/02/sepuluh-alasan-mengapa-harus-senyum/#"></a><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/baby-massage-smile.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-468" title="baby-massage-smile" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/baby-massage-smile.jpg?w=468" alt=""   /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Awali pagi hari  dengan senyum dan ceria. Karena hal itu akan  berdampak pada aktifitas kita sepanjang hari. Jika hati pagi-pagi sudah  diliputi senyum dan ceria, maka segara urusan akan riang dikerjakan,  tidak menjadi beban berat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Senyum merupakan kegiatan yang paling mudah dilakukan, tapi  sangat sulit dilakukan ketika kita sedang dalam terjebak masalah, senyum  banyak manfaatnya baik buat kita maupun buat sekitar kita, ada beberapa  alasan kenapa kita harus tersenyum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:center;"><span id="more-466"></span></p>
<ol>
<li><strong>Senyum membuat anda lebih menarik.</strong> Kita  akan selalu tertarik pada  orang yang selalu tersenyum. Orang yang  selalu tersenyum punya daya  tarik tersendiri. Wajah yang berkerut,  cemberut, membuat orang menjauh  dari anda, tetapi sebaliknya senyum  bisa membuat mereka tertarik.</li>
<li><strong>Senyum mengubah mood anda.</strong> Ketika anda merasa jatuh atau “down” cobalah  untuk tersenyum. Mungkin saja mood anda akan berubah menjadi lebih baik.</li>
<li><strong>Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum.</strong> Ketika seseorang  tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana  menjadi lebih cerah,  mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya dan  membuat semua orang  menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa  kebahagiaan buat orang  yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka  anda akan disukai oleh  banyak orang.</li>
<li><strong>Senyum dapat mengurangi stres.</strong> Stres secara nyata dapat muncul di  wajah anda. Senyum membantu  mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang  lelah atau merasa “down”.  Jika anda sedang stres cobalah untuk  tersenyum, maka stres anda akan  berkurang dan anda akan merasa lebih  baik untuk membuat langkah  selanjutnya.</li>
<li><strong>Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh anda.</strong> Senyum  dapat  membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika  anda  tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi  lebih  rileks.</li>
<li><strong>Senyum menurunkan tekanan darah anda.</strong> Ketika anda tersenyum, maka  tekanan darah anda akan menurun. Jika anda  tak percaya, anda boleh  mencobanya sendiri, jika anda memiliki alat  pengukur tekanan darah di  rumah anda.</li>
<li><strong>Senyum mengeluarkan endorphins (pereda rasa sakit secara alami) dan  serotonin.</strong> Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat  merangsang  pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta  serotonin.  Senyum memang obat yang alami.</li>
<li><strong>Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih  muda.</strong> Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda  terlihat  lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan  senyum anda  sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda dan  merasa lebih  baik.</li>
<li><strong>Senyum membuat anda tampak sukses.</strong> Orang yang tersenyum terlihat  lebih percaya diri dalam menjalani  hidupnya. Cobalah tersenyum saat anda  melakukan pertemuan dan saat ada  janji. Rekan-rekan kerja, sahabat,  orang-orang terdekat anda akan  merasakan sesuatu yang berbeda.</li>
<li><strong>Senyum membuat anda tetap positif. </strong>Senyumlah!  Lalu sekarang cobalah  berpikir sesuatu yang negatif tanpa berhenti  tersenyum. Sulitkan? Karena  ketika anda tersenyum maka senyum tersebut  akan mengirimkan sinyal ke  tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini  baik-baik saja”.</li>
</ol>
<h2><strong>Nahh,, gimana apakah anda sudah mau untuk tersenyum????</strong><strong> </strong></h2>
<h2><strong>Sumber bacaan:</strong></h2>
<p><a href="http://lombardo.blogdetik.com/2010/11/02/sepuluh-alasan-mengapa-harus-senyum/">http://lombardo.blogdetik.com/2010/11/02/sepuluh-alasan-mengapa-harus-senyum/</a></p>
<p><a href="http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/25/%E2%80%9Csenyuman%E2%80%A6dari-hati%E2%80%9D/">http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/25/%E2%80%9Csenyuman%E2%80%A6dari-hati%E2%80%9D/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=466&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/11/03/10-alasan-kenapa-harus-tersenyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/baby-massage-smile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baby-massage-smile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Hutan Mangrove</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/11/01/budidaya-dan-pemanfaatan-mangrove/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/11/01/budidaya-dan-pemanfaatan-mangrove/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 11:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hasil Laut Komersial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[BAB 1. Sonneratia caseolaris (L.) Engl. http://richmountain.wordpress.com/flora/bakau/ 1.1. Klasifikasi Ilmiah: Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Myrtales Famili: Lythraceae Genus: Sonneratia Spesies:    Sonneratia caseolaris http://richmountain.wordpress.com/flora/bakau/ 1.2. Pembahasan Apple Mangrove (Sonneratia sp.) merupakan pohon bakau dengan akar nafas yang muncul vertikal dari dalam tanah. Tumbuhan ini mampu menangkap dan menahan endapan, menstabilkan tanah habitatnya, serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=452&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BAB 1. </strong><strong><em>Sonneratia caseolaris</em></strong><strong> (L.) Engl.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/1.jpg"><img class="size-full wp-image-453  aligncenter" title="1" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/1.jpg?w=468" alt=""   /></a></strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://richmountain.wordpress.com/flora/bakau/">http://richmountain.wordpress.com/flora/bakau/</a></p>
<p><strong>1.1. Klasifikasi Ilmiah:</strong></p>
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Kingdom:</td>
<td valign="top">Plantae</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Divisi:</td>
<td valign="top">Magnoliophyta</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Kelas:</td>
<td valign="top">Magnoliopsida</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Ordo:</td>
<td valign="top">Myrtales</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Famili:</td>
<td valign="top">Lythraceae</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Genus:</td>
<td valign="top"><strong><em>Sonneratia</em></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Spesies:    <em><strong>Sonneratia caseolaris</strong></em></p>
<p><a href="http://richmountain.wordpress.com/flora/bakau/">http://richmountain.wordpress.com/flora/bakau/</a></p>
<p><strong>1.2. Pembahasan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Apple Mangrove (Sonneratia sp.) merupakan pohon bakau dengan akar nafas yang muncul vertikal dari dalam tanah. Tumbuhan ini mampu menangkap dan menahan endapan, menstabilkan tanah habitatnya, serta bertindak sebagai Pionir yang memagari daratan dari kondisi laut dan angin dalam pembentukan formasi hutan bakau di kawasan pantai. Buah Apple Mangrove dapat dimakan secara langsung. Rasa asam dan aroma yang khas, serta tekstur buah yang lembut membuat Apple Mangrove cocok diolah menjadi sirup. Selama ini buah tersebut tidak dimanfaatkan oleh Masyarakat Pesisir Pantai.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.scribd.com/doc/30552023/pkmk">http://www.scribd.com/doc/30552023/pkmk</a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-452"></span></p>
<p><strong>1.3. Pemanfaatan</strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Pengolahan fisik buah Apple Mangrove menjadi sirup merupakan bentuk pengawetan buah yang memiliki kuantitas buah yang tinggi dalam masa 2 kali panennya. Hal tersebut juga merupakan bentuk dari pemanfaatan yang efektif dan marketable karena hasil olahan tersebut memiliki rasa, aroma yang khas, selain itu juga memiliki nilai keunggulan tersendiri yang mampu bersaing dengan produk sirup buah yang lain.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.scribd.com/doc/30552023/pkmk">http://www.scribd.com/doc/30552023/pkmk</a></span></p>
<p><strong>1.4. </strong><strong>Kandungan Komponen Khusus</strong><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Nilai keunggulan dari sirup Apple Mangrove berdasarkan penelitian (Raindly,dkk. ,2006) antara lain adalah kandungan vitamin C cukup tinggi (50,1 mg/100 gr sirup), dan mengandung iodium dengan kadar 0,68 mg/kg sirup. Dalam tubuh vitamin C berfungsi sebagai antioksidant, sedangkan Iodium untuk sistesis hormon tiroksin, yaitu suatu homon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan kecerdasan. Berdasarkan penelitian (Raindly dkk, 2006) sirup “Apple Mangrove” telah layak dan aman untuk dikonsumsi karena bebas dari bahan berbahaya dan beracun (B3), memenuhi syarat mutu sesuai dengan SNI 01-3544-1994 (untuk sirup), sehingga aman untuk dikonsumsi dan diproduksi secara kontinyu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sirup Apple Mangrove yang memiliki rasa dan aroma yang khas, serta beriodium dan bervitamin C yang bermanfaat bagi kesehatan dapat dijadikan prospek untuk membentuk wirausaha baru ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi mangrove baik dari sisi ekologi maupun ekonomi. Pemanfaatan Hutan Mangrove secara seimbang dapat tercapai, agar nantinya dapat menjaga kelestarian regenerasi mangrove itu sendiri.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.scribd.com/doc/30552023/pkmk">http://www.scribd.com/doc/30552023/pkmk</a></span></p>
<p><strong>BAB </strong><strong>2</strong><strong> </strong><strong><em>Avicennia marina</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/2.jpg"><img class="size-full wp-image-454 aligncenter" title="2" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/2.jpg?w=468" alt=""   /></a></em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://rizq-edu.blogspot.com/">http://rizq-edu.blogspot.com/</a></p>
<p><strong>2.1. Klasifikasi Ilmiah:</strong></p>
<p>Kingdom: Plantae (Tumbuhan)</p>
<p>Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)</p>
<p>Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)</p>
<p>Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)</p>
<p>Sub Kelas: Asteridae</p>
<p>Ordo: Scrophulariales</p>
<p>Famili: <em><a href="http://www.plantamor.com/index.php?plantsearch=Acanthaceae">Acanthaceae</a> </em></p>
<p>Genus: <strong><em><a href="http://www.plantamor.com/index.php?plantsearch=Avicennia">Avicennia</a></em></strong></p>
<p>Spesies: <strong><em>Avicennia marina</em> (Forsk.) Vierh</strong>.</p>
<p><a href="http://www.plantamor.com/index.php?plant=166">http://www.plantamor.com/index.php?plant=166</a></p>
<p><strong>2.2. Pembahasan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Hutan mangrove sampai dengan saat ini masih lebih banyak dimanfaatkan sebagai penghasil kayu baik untuk kebutuhan bahan baku chip, memenuhi kebutuhan bahan baku arang, tiang pancang dan sebagainya. Selain itu lahan dari hutan mangrove saat ini telah banyak dikonversi baik untuk kebutuhan lahan budidaya (tambak, sawah, dll.) maupun untuk perumahan, pelabuhan maupun industri. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pemahaman dari masyarakat maupun pihak pengembang dan pemegang kebijakan tentang fungsi lain dari hutan mangrove.<strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Salah satu fungsi hutan mangrove yang masih sangat sedikit sekali diketahui oleh masyarakat umum adalah sumberdaya tanaman mangrove sebagai salah satu bahan baku makanan alternative. Informasi tentang sejarah pemanfaatan tumbuhan mangrove sebagai bahan baku Makanan jarang sekali dipublikasikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Diperkirakan masyarakat di kawasan pesisir atau sekitar hutan mangrove telah sejak lama menggunakan tumbuhan mangrove sebagai bahan makanan. Banyak informasi yang tergali dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, menunjukkan bahwa pada masa penjajahan Jepang (bahan  makanan relatif sulit didapat), masyarakat banyak yang menggunakan tumbuhan mangrove sebagai bahan makanan. Beraneka makanan yang dibuat masyarakat berasal dari bahan baku mangrove, termasuk cara pengolahannya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">http://<a href="http://www.imred.org/files/bukumakananmangrove_0.pdf">www.imred.org/files/bukumakananmangrove_0.pdf</a> </span></p>
<p><strong>2.3. Pemanfaatan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Jenis tanaman api-api yang telah diketahui dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan adalah <em>Avicennia marina, Avicennia</em> <em>officinalis</em>. Jenis tanaman ini tersebar di sebagian besar pantai di Indonesia. Termasuk jenis pionir (pada zonasi terdepan), cepat dan mudah tumbuh, serta permudaan alaminya sangat cepat, bahkan diperkirakan tanaman berumur 2 tahun telah mulai menghasilkan buah. Penggunaan buah tanaman yang telah masak perlu ada perlakuan, yaitu: pengupasan kulit atau pembuangan kulit, dicampur dengan abu dapur dan dibilas air bersih, lalu direndam 2 x 24 jam (untuk menghilangkan racun), ditiriskan dan diap dipergunakan sebagai bahan baku makanan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Menurut informasi, masyarakat pantai Cilincing Jakarta Utara masih ada yang memanfaatkan daun tumbuhan api-api yang masih muda sebagai bahan sayur urap, demikian pula masyarakat pantai di Jawa Timur.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">http://<a href="http://www.imred.org/files/bukumakananmangrove_0.pdf">www.imred.org/files/bukumakananmangrove_0.pdf</a> </span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><br />
</span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bab 3 <em>Rhizophora apiculata Bl</em>.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/3.jpg"><img class="size-full wp-image-455 aligncenter" title="3" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/3.jpg?w=468" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakau">http://id.wikipedia.org/wiki/Bakau</a> </em></p>
<p><strong>3.1. <a title="Klasifikasi ilmiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_ilmiah">Klasifikasi ilmiah</a>:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Kingdom:</td>
<td valign="top"><a title="Tumbuhan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan">Plantae</a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Divisi:</td>
<td valign="top"><a title="Tumbuhan berbunga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_berbunga">Magnoliophyta</a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Kelas:</td>
<td valign="top"><a title="Magnoliopsida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Magnoliopsida">Magnoliopsida</a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Ordo:</td>
<td valign="top"><a title="Malpighiales" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malpighiales">Malpighiales</a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Famili:</td>
<td valign="top"><a title="Rhizophoraceae" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rhizophoraceae">Rhizophoraceae</a></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Genus:</td>
<td valign="top"><strong><em>Rhizophora</em></strong><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Spesies:</td>
<td valign="top"><strong><em>Rhizophora   apiculata Bl</em></strong><em>.</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakau">http://id.wikipedia.org/wiki/Bakau</a> </em></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="685">
<tbody>
<tr>
<td width="685" valign="top"><strong>3.2. Pembahasan</strong> bakau adalah nama   sekelompok <a title="Tumbuhan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan">tumbuhan</a> dari <a title="Genus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Genus">marga</a> <em>Rhizophora</em>, suku Rhizophoraceae. Tumbuhan   ini memiliki ciri-ciri yang menyolok berupa <a title="Akar tunjang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akar_tunjang&amp;action=edit&amp;redlink=1">akar   tunjang</a> yang besar dan berkayu, pucuk yang tertutup daun penumpu   yang meruncing, serta buah yang berkecambah serta berakar ketika masih di   pohon (<em>vivipar</em>).Jenis tanaman ini juga tersebar di   seluruh wilayah pantai di Indonesia. Namun sedikit sekali yang menggunakan   sebagai bahan makanan. Masyarakat Kecamatan Kajang (Kabupaten Bulukumba, Sulawesi   Selatan) telah mengenal penggunaan buah tanaman bakau sejak zaman Kerajaan   Gowa (abad 16). <span style="text-decoration:underline;">http://<a href="http://www.imred.org/files/bukumakananmangrove_0.pdf">www.imred.org/files/bukumakananmangrove_0.pdf</a> </span><strong> </strong><strong>3.3. </strong><strong>Pemanfaatan</strong><strong>: </strong><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="685" valign="top">Kayu dari Rhizophora apiculata   dapat dibelah dengan mudah dan mempunyai nilai energi yang tinggi, sebagai   kayu bakar dan bahan batu bara. Saat ini bakau jenis ini sedang dipanen   besar-besaran untuk produksi kepingan kayu di Malaysia Timur dan Indonesia.   Rhizophora apiculata lebih disukai untuk program penanaman kembali di   sebagian besar daerah-daerah bakau di Asia tenggara. Batangnya digunakan   untuk pilar, konstruksi dan alat pancing ikan. Kayunya cocok untuk mebel.   Akar tunggangnya yang bercabang, dibebani dengan batu dipakai sebagai   jangkar. Pepagannya kaya akan tanin, dipakai untuk penyamakan kulit, dan   untuk menguatkan dan mencelup tali pancing ikan, tali dan jala ikan. Pepagan   dapat dimanfaatkan untuk melawan disentri. Hipokotil dari Rhizophora dapat   dimakan setelah ekstraksi tanin, yang berguna pada saat bencana kelaparan.   Hutan Rhizophora dieksploitasi besar-besaran untuk diambil kayunya untuk kayu   bakar. Saat ini juga ditebangi untuk kayu kepingan atau dikonversi untuk   pertanian dan aquakultur.<cite><span style="text-decoration:underline;">tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_rhizophora_apiculata.pdf </span></cite><strong>3.4 Rencana Jangka Panjang</strong>Rencana jangka panjang dan   pengelolaan untuk berbagai kebutuhan perlu dikelola dengan baik untuk   memastikan pemanfaatannya secara berkelanjutan dari sumber daya alam yang   tersisa di sana. Rhizophora apiculata berperan penting dalam sistem   pengelolaan berkelanjutan karena merupakan jenis yang mudah beregenerasi dan   ditanam secara luas.</p>
<p><cite><span style="text-decoration:underline;">tnalaspurwo.org/media/pdf/kea_rhizophora_apiculata.pdf </span></cite></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/452/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=452&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/11/01/budidaya-dan-pemanfaatan-mangrove/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/11/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Crossword Marine Acoustic</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/10/07/crossword-marine-acoustic/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/10/07/crossword-marine-acoustic/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 07:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Ayo,,ayo,, siapa yg bisa isi TTS ini,, hohohoo . . . TTS Seri 0805 PERTANYAAN: MENDATAR: 2. Equipment are used to find fish with method echosounder 7. Echo (Indonesia) 8. Towed Oceand Bottom Instrument 9. Side Scan Sonar 10. Distance from the transducer surface to the distance of the high fluctuation of the intensity/ pressure [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=444&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayo,,ayo,, siapa yg bisa isi TTS ini,,</p>
<p>hohohoo . . .</p>
<p style="text-align:center;"><strong>TTS Seri 0805</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/10/crossword.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-450" title="crossword" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/10/crossword.jpg?w=468" alt=""   /></a></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-444"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PERTANYAAN:</strong></p>
<div>
<p><strong>MENDATAR:</strong></p>
</div>
<p>2. Equipment are used to find fish with method echosounder</p>
<p>7. Echo (Indonesia)</p>
<p>8. Towed Oceand Bottom Instrument</p>
<p>9. Side Scan Sonar</p>
<p>10. Distance from the transducer surface to the distance of the high fluctuation of the intensity/ pressure is ( . . . . Field)</p>
<p>12. Unwanted interference for a desired sound is</p>
<p>13. Equipment to calculate the acoustic power</p>
<p>14. Logarithmic ratio used to express the relative relationship of sound signals or electrical signals</p>
<p>16. Low  Frequency Active</p>
<p>17. Compass that is used on a ship that can find true north</p>
<p>21. General term associated with the sea or ocean or oceanography science</p>
<p>23. The study of natural phenomena is (Natrual  . . . . )</p>
<p>24. Calculate a wave per second</p>
<p>25. Selection interval between two depths in unit meters is (. . . . . Interval)</p>
<p>29. Surveys for mineral exploration, oil and energy seabed ( . . . . survey)</p>
<p>31. Conductivity-Temperature-Depth</p>
<p>35. Anti Sub-marine Detection Investigation Committee</p>
<p>36. Is the vibration that goes through a particular medium</p>
<p>37. Symbol of Signal to noise ratio</p>
<p>38. Instrument used to measure the flow with the acoustic system is</p>
<p>40. Energy dispersion of sound waves / acoustics, due to spreading effect in the beam region is</p>
<p>( . . . . . loss)</p>
<p>41. Measure the flow velocity ( . . . . speed)</p>
<p>42. An extensive collection of salt water and is associated with the ocean</p>
<p>43. Equipment to receive the sound or acoustic waves and convert it into electrical signals</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<div>
<p><strong>MENURUN:</strong></p>
</div>
<p>1. Selection of signal level below which signals can not be processed</p>
<p>2. Sonar equipment inserted into the  . . . . tube so as not to sink from the upper water</p>
<p>3. Illuminates the target with the sound wave / acoustic</p>
<p>4. Sound wave / acoustic reflected by the target</p>
<p>5. Reflective (Indonesia)</p>
<p>6. Equipment to measure water turbidity</p>
<p>7. Determination of a position by using the internet</p>
<p>11. Cathode Ray Tube</p>
<p>15. Method with time stepping procedures for the various waves to obtain a model of behavior over time</p>
<p>17. Calculate the amplitude due to the increased signal (unit dB)</p>
<p>18. Instruments to display and measure the oscillation or signal</p>
<p>19. Equation of time from one wave to another wave</p>
<p>20. Corner where the acoustic power is half of the acoustic power at the main point is ( . . . . half angle)</p>
<p>22. Recordings of the series of echo data</p>
<p>26. Name for the transmission of acoustic pulses</p>
<p>27. Near. .. is a high fluctuation of the intensity / pressure transducer to surface distance</p>
<p>28. The study of underwater depth</p>
<p>30. Sound Navigation And Ranging</p>
<p>32. The wave or sound received or sent</p>
<p>33. Theory and propagation of sound waves in the water.</p>
<p>34. Distance to the target wave</p>
<p>39. Single Echo Detector</p>
<p>40. Geographic Information System</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Created By: Joeshhh</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=444&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/10/07/crossword-marine-acoustic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/10/crossword.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">crossword</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ENZIM</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/10/07/enzim/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/10/07/enzim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 07:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[1. Pengertian Enzim Enzim adalah katalis untuk reaksi-reaksi dalam sistem biologi (biokatalisator), yaitu substansi yang dapat mempercepat atau membantu suatu reaksi kimia tanpa harus ikut terlibat di dalam reaksi itu sendiri. Ezim ditemukan dalam setiap sel hidup, mulai dari organisme bersel tunggal sederhana sampai organisme multiseluler yang kompleks, termasuk manusia. Enzim tersusun atas protein (Apoenzim), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=431&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. </strong><strong>Pengertian Enzim</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/10/enzymestructure.gif"><img class="size-full wp-image-432  aligncenter" title="EnzymeStructure" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/10/enzymestructure.gif?w=468" alt=""   /></a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Enzim adalah katalis untuk reaksi-reaksi dalam sistem biologi (biokatalisator), yaitu substansi yang dapat mempercepat atau membantu suatu reaksi kimia tanpa harus ikut terlibat di dalam reaksi itu sendiri. Ezim ditemukan dalam setiap sel hidup, mulai dari organisme bersel tunggal sederhana sampai organisme multiseluler yang kompleks, termasuk manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Enzim tersusun atas protein (Apoenzim), tersedia di alam dan mengontrol pembentukan dan dekomposisi bahan-bahan penting yang ada di sayuran, buah-buahan dan hewan. Reaksi biokimia yang paling sering saat mengaplikasian enzim secara industri adalah peruraian hidrolitik komponen bahan pangan yang memiliki berat molekul (BM) tinggi seperti pati, protein, selulosa, dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Gugus Prostetik (Kofaktor), yaitu bagian enzim yang tidak tersusun dari protein, tetapi dari ion-ion logam atau molekul-molekul organik yang disebut KOENZIM. Molekul gugus prostetik lebih kecil dan tahan panas (termostabil), ion-ion logam yang menjadi kofaktor berperan sebagai stabilisator agarenzim tetap aktif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:.5in;"><span id="more-431"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">&nbsp;</p>
<p><strong>Sebagai katalis, enzim sangat luar biasa fungsinya, yaitu :</strong></p>
<p>1. Mempunyai daya katalitik yang sangat baik; jauh lebih baik dari katalis anorganik atau sintetik (kec. Reaksi dapat meningkat sampai 1 juta kali).</p>
<p>2. Mempunyai spesifisitas tinggi terhadap substrat dan reaksi.</p>
<p>3. Dapat berfungsi baik dalam larutan pada pH dan suhu  sedang (kondisi physiologic).</p>
<p>4. Hasil samping jarang terbentuk.</p>
<p>5. Karena strukturnya yang kompleks, enzim dapat diregulasi.</p>
<p><strong>2. Sifat-sifat Enzim</strong></p>
<p>Enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut:</p>
<p>1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.</p>
<p>2. Thermolabil; mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60º C, karena  enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil.</p>
<p>3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim.</p>
<p>4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.</p>
<p>5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase, maltase.</p>
<p>6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, meng-katalisis pembentukan dan penguraian lemak.</p>
<div>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="466">
<tbody>
<tr>
<td width="488" valign="top">
<p style="text-align:center;"><strong>Lipase:  Lemak + H2O </strong>—————————&gt;<strong> Asam lemak + Gliserol</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>7. Bekerjanya spesifik ; enzim bersifat spesifik, karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu.</p>
<p>8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor.</p>
<p><strong>3. Jenis-jenis Enzim</strong></p>
<p>Koenzim : komponen bukan protein yang membantu aktivitas enzim dalam bentuk senyawa organik</p>
<p>Kofaktor : komponen bukan protein yang membantu aktivitas enzim dalam bentuk senyawa anorganik</p>
<p>Apoenzim : bagian dari enzim yang berupa protein</p>
<p>Holoenzim : seluruh bagian enzim yang strukturnya sempurna dan aktif mengkatalisis bersama koenzim/kofaktor.</p>
<p>Gugus prostetik : kofaktor/koenzim yang terikat kuat pada enzim</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Mekanisme kerja Enzim</strong><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Enzim bekerja dengan dua cara, yaitu menurut Teori Kunci-Gembok (Lock and Key Theory) dan Teori Kecocokan Induksi (Induced Fit Theory).</p>
<ul>
<li><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/10/enzim1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-433" title="enzim1" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/10/enzim1.jpg?w=468" alt=""   /></a> Menurut teori kunci-gembok, terjadinya reaksi antara substrat dengan enzim karena adanya kesesuaian bentuk ruang antara substrat dengan situs aktif (active site) dari enzim, sehingga sisi aktif enzim cenderung kaku. Substrat berperan sebagai kunci masuk ke dalam situs aktif, yang berperan sebagai gembok, sehingga terjadi kompleks enzim-substrat. Pada saat ikatan kompleks enzim-substrat terputus, produk hasil reaksi akan dilepas dan enzim akan kembali pada konfigurasi semula. Berbeda dengan teori kunci gembok.</li>
</ul>
<ul>
<li>Menurut teori kecocokan induksi reaksi antara enzim dengan substrat berlangsung karena adanya induksi substrat terhadap situs aktif enzim sedemikian rupa sehingga keduanya merupakan struktur yang komplemen atau saling melengkapi. Menurut teori ini situs aktif tidak bersifat kaku, tetapi lebih fleksibel.</li>
</ul>
<p><strong>5. </strong><strong>Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja Enzim</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>- Pengaruh pH:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Enzim mempunyai pH optimum (rentang pH) dimana enzim mempunyai aktivitas maksimal di atas atau di bawah pH optimum aktivitas enzim berkurang.</p>
<p>Contoh: enzim pepsin, karena bekerja di lambung yang bersuasana asam, memiliki pH optimal 2. Enzim ptialin, karena bekerja di mulut yang bersuasana basa, memiliki pH optimal 7,5-8.<strong> </strong></p>
<p><strong>- Pengaruh suhu:</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Semua reaksi kimia dipengaruhi suhu, makin tinggi suhu makin tinggi kecepatan reaksi. Pada reaksi enzimatik, suhu tinggi dapat menyebabkan denaturasi enzim dan aktivitas enzim akan berkurang. Suhu saat enzim mempunyai aktivitas maksimal dinamakan suhu optimum.</p>
<p><strong>- Aktivator dan Inhibitor</strong><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Aktivator adalah zat yang dapat mengaktifkan dan menggiatkan kerja enzim. Contohnya ion klorida, yang dapat mengaktifkan enzim amilase.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Inhibitor adalah zat yang dapat menghambat kerja enzim. Berdasarkan cara kerjanya, inhibitor terbagi dua, inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif. Inhibitor kompetitif adalah inhibitor yang bersaing aktif dengan substrat untuk mendapatkan situs aktif enzim, contohnya sianida bersaing dengan oksigen dalam pengikatan Hb. Sementara itu, inhibitor nonkompetitif adalah inhibitor yang melekat pada sisi lain selain situs aktif pada enzim, yang lama kelamaan dapat mengubah sisi aktif enzim.</p>
<p><strong>- Konsentrasi enzim dan substrat</strong></p>
<ul>
<li>Semakin tinggi konsentrasi enzim akan semakin mempercepat terjadinya reaksi. Dan konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi.</li>
<li>Jika sudah mencapai titik jenuhnya, maka konsentrasi substrat berbanding terbalik dengan kecepatan reaksi.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sumber: </strong></p>
<p><a href="http://info-enzim.blogspot.com/2009_11_01_archive.html">http://info-enzim.blogspot.com/2009_11_01_archive.html</a></p>
<p><a href="http://metabolismelink.freehostia.com/enzim.htm">http://metabolismelink.freehostia.com/enzim.htm</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/431/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=431&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/10/07/enzim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/10/enzymestructure.gif" medium="image">
			<media:title type="html">EnzymeStructure</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/10/enzim1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">enzim1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Sebenarnya Cangkang Kerang Itu?</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/04/29/apa-sebenarnya-cangkang-kerang-itu/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/04/29/apa-sebenarnya-cangkang-kerang-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 13:42:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Kerang adalah hewan air yang termasuk hewan bertubuh lunak (moluska). Berasal dari bahasa latin, molluscus yang berarti lunak, tubuhnya lunak dan tidak bersegmen, terbungkus oleh mantel yang terbuat dari jaringan khusus, dan umumnya dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang dapat menghasilkan cangkang. Semua kerang-kerangan memiliki sepasang cangkang disebut juga cangkok atau katup yang biasanya simetri cermin dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=404&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kerang adalah hewan air yang termasuk hewan bertubuh lunak (moluska). Berasal dari bahasa latin, molluscus yang berarti lunak, tubuhnya lunak dan tidak bersegmen, terbungkus oleh mantel yang terbuat dari jaringan khusus, dan umumnya dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang dapat menghasilkan cangkang.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitled.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-405" title="untitled" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitled.jpg?w=468" alt=""  ></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Semua kerang-kerangan memiliki sepasang cangkang disebut juga cangkok atau katup yang biasanya simetri cermin dan pada bagian tengah dorsal yang dihubungkan oleh jaringan ikat (ligamen), berfungsi seperti engsel untuk membuka dan menutup cangkang dengan cara mengencangkan dan mengendurkan otot.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Mollusca merupakan filum terbesar dari kingdom animalia. Molluska dibedakan menurut tipe kaki, posisi kaki, dan tipe cangkang, yaitu Gastropoda, <strong>Pelecypoda</strong>, dan Cephalopoda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:.5in;"><span id="more-404"></span></p>
<p><strong>Pelecypoda</strong><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Diidentefikasikan sebagai kerang (Anadara sp.), tiram mutiara (Pinctada margaritifera dan Pinctada mertinsis), kerang raksasa (Tridacna sp.), dan kerang hijau (Mytilus viridis). Hewan kelas ini selalu mempunyai cangkang katup sepasang yang disebut sebagai Bivalvia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Struktur tubuh kerang ialah bilateral simetris, terlindung oleh cangkang kapur yang keras. Bagian cangkang terdiri atas bagian torsal dan bagian ventral. Pada bagian torsal terdapat:<br />
a. Gigi sendi, sebagai poros ketika katup membuka dan menutup serta meluruska kedua katup<br />
b. Ligament sendi, berfungsi menyatukan katup bagian dorsal dan memisahkan katup vertal<br />
c.&nbsp; Umbo, tonjolan cangkang di bagian dorsal.</p>
<p><strong>Bagian-bagian dalam pada kerang, yaitu:</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitledll.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-406" title="untitledll" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitledll.jpg?w=468" alt=""  ></a><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>1. Paling luar adalah cangkang yang berjumlah sepasang, fungsinya untuk melindungi seluruh tubuh kerang.</p>
<p>2. Mantel, jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkus seluruh tubuh yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut sifon. Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah sebagai tempat masuknya air.</p>
<p>3. Insang, berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang. Dalam insang ini banyak mengandung pembuluh darah.</p>
<p>4. Kaki pipih, bila akan berjalan kaki dijulurkan ke anterior.</p>
<p>5. Di dalam rongga tubuhnya terdapat berbagai alat dalam seperti saluran pencernaan yang menembus jantung, alat peredaran, dan alat ekskresi (ginjal).</p>
<p><strong>Lapisan, yaitu:</strong></p>
<p><strong>a. Periostrakum,</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Merupakan lapisan tipis dan gelap yang tersusun atas zat tanduk yang dihasilkan oleh tepi mantel; sehingga sering disebut lapisan tanduk, fungsinya untuk melindungi lapisan yang ada di sebelah dalamnya dan lapisan ini berguna untuk melindungi cangkang dari asam karbonat dalam air serta memberi warna cangkang..</p>
<p><strong>b. Prismatic,</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Lapisan tengah yang tebal dan terdiri atas kristal-kristal kalsium karbonat yang berbentuk prisma yang berasal dari materi organik yag dihasilkan oleh tepi mantal.</p>
<p><strong>c. Nakreas</strong>,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Merupakan lapisan terdalam yang tersusun atas kristal-kristal halus kalsium karbonat. merupakan lapisan mutiara yang dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel. Dilapisan ini, materi organik yang ada lebih banyak daripada di lapisan prismatic. Lapisan ini tampak berkilauan dan banyak terdapat pada tiram/kerang mutiara. Jika terkena sinar, mampu mamancarkan keragaman warna. Lapisan ini sering disebut sebagai lapisan mutiara.</p>
<p><strong>Cara berkembang biak kerang:</strong>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kerang berkembang biak secara kawin. Umumnya berumah dua dan pembuahannya internal. Telur yang dibuahi sperma akan berkembang manjadi larva glosidium yang terlintang oleh dua buah katup</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Makanan kerang berupa hewan kecil yang terdapat dalam perairan yang masuk bersama air melalui sifon.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Alat pernapasan kerang berupa insang dan bagian mantel. Insang kerang berbentuk W dengan banyak lamella yang mengandung banyak batang insang. Pertukaran O2 dan CO2 terjadi pada insang dan sebagian mantel.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=404&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/04/29/apa-sebenarnya-cangkang-kerang-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitled.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitledll.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">untitledll</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Kasus Sedimentasi di Sungai Citarum</title>
		<link>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/04/23/analisis-sedimentasi-di-sungai-citarum/</link>
		<comments>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/04/23/analisis-sedimentasi-di-sungai-citarum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 21:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>josuasilitonga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sedimentology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://josuasilitonga.wordpress.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Ci Tarum adalah sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sungai dengan nilai sejarah, ekonomi, dan sosial yang penting ini sejak 2007 menjadi salah satu dari sungai dengan tingkat ketercemaran tertinggi di dunia. Jutaan orang tergantung langsung hidupnya dari sungai ini, sekitar 500 pabrik berdiri di sekitar alirannya, tiga waduk PLTA dibangun di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=389&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/citarum.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-390" title="citarum" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/citarum.jpg?w=468" alt=""  ></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong>Ci Tarum</strong><sup> </sup> adalah sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sungai dengan nilai sejarah, ekonomi, dan sosial yang penting ini sejak 2007 menjadi salah satu dari sungai dengan tingkat ketercemaran tertinggi di dunia. Jutaan orang tergantung langsung hidupnya dari sungai ini, sekitar 500 pabrik berdiri di sekitar alirannya, tiga waduk PLTA dibangun di alirannya, dan penggundulan hutan berlangsung pesat di wilayah hulu.</p>
<p><strong>Geografi</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Panjang aliran sungai ini sekitar 300 km. Hulu Ci Tarum dianggap berawal dari lereng Gunung Wayang, di tenggara Kota Bandung, di wilayah Desa Cibeureum, Kertasari, Bandung. &nbsp;Ada tujuh mata air yang menyatu di suatu danau buatan bernama Situ Cisanti di wilayah Kabupaten Bandung. Namun demikian, berbagai anak sungai dari kabupaten bertetangga juga menyatukan alirannya ke Ci Tarum, seperti Ci Kapundung dan Ci Beet. Aliran kemudian mengarah ke arah barat, melewati Majalaya dan Dayeuhkolot, lalu berbelok ke arah barat laut dan utara, menjadi perbatasan Kabupaten Cianjur dengan Kabupaten Bandung Barat, melewati Kabupaten Purwakarta, dan terakhir Kabupaten Karawang (batas dengan Kabupaten Bekasi). Sungai ini bermuara di Ujung Karawang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:.5in;"><span id="more-389"></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Analisis kasus</strong><strong> Sedimentasi DAS Sungai Citarum</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">DAS Citarum mempunyai peran yang sangat penting bagi aktivitas perekonomian di Jawa barat. Sebagai sumber kebutuhan air untuk sektor irigasi, industri, air bersih, dan juga berfungsi besar untuk menghasilkan energi listrik bagi bagi masyarakat sekitar Citarum bahkan bagi pulau Jawa. Namun peran dan potensi yang cukup besar dari DAS Citarum tersebut belum di dukung oleh upaya-upaya pelestarian yang optimal dari masyarakat dan pemerintah untuk menjaga Daerah aliran sungai di Citarum tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Terjadinya kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai citarum, terutama di daerah hulu sungai Citarum di akibatkan oleh banyak faktor penyebab, seperti:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kondisi kawasan hutan yang terletak sekitar empat kilometer dari hulu sungai citarum sudah sangat buruk, karena banyak hutan di daerah tersebut telah gundul dan pohon baru yang ditanam pun tidak tumbuh karena tidak mampu menyerap air dengan baik, dan akibatnya ketika hujan turun, hutan yang telah gundul tadi tidak dapat menahan aliran&nbsp; lumpur yang mengalir ke DAS Citarum sehingga mengakibatkan pengendapan di DAS Citarum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Indeks pencemaran air Citarum dari hulu ke hilir merupakan tingkat pencemaran air dari sangat berat. Penyebab pencemaran sungai Citarum sangatlah kompleks, yaitu di sebabkan oleh penduduk yang membuang sampah plastik yang langsung ke sungai citarum, dan juga oleh pabrik-pabrik industri yang membuang limbah industri ke DAS citarum, dan bisa disebabkan oleh banyak hal lainnya. Dan telah mengakibatkan penumpukan sampah-sampah buangan di sungai Citarum yang telah mengendap dan mengakibatkan sedimentasi di sungai citarum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sungai Citarum yang tidak pernah dikeruk semenjak tahun 1992 tersebut mengalami sedimentasi yang cukup parah di sejumlah wilayah daerah aliran sungai (DAS) dan banyaknya sampah plastik disekitarnya sehingga selalu meluap dan banjir dikala musim penghujan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Tingkat pencemaran dan sedimentasi (pengendapan) Sungai Citarum saat ini mencapai tahap mengkhawatirkan. Sampai dengan tahun 2003 sedimentasi Sungai Citarum di mulut Waduk Saguling mencapai 4 juta meter kubik/tahun. Tingginya laju sedimentasi ini akan sangat berpengaruh. Tingginya laju sedimentasi ini merupakan tanda tingginya degradasi sumber daya lahan dan air di wilayah hulu Citarum.</p>
<p><strong>Akibat</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitledaaa1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-394" title="untitledaaa" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitledaaa1.jpg?w=468" alt=""  ></a><a href="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitledaaaaaaaa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-395" title="untitledaaaaaaaa" src="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitledaaaaaaaa.jpg?w=468" alt=""  ></a><br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kondisi empat bendungan di Sungai Citarum atau Kaskade Sungai Citarum sudah mengkhawatirkan karena terjadi sedimentasi yang tinggi dan dekomposisi yang signifikan. Dengan demikian, mengurangi debit air dan mutu air baku. Padahal, waduk di Kaskade Sungai Citarum penghasil listrik 1.858 MW dan cadangan air tawar untuk bahan baku air minum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kualitas air baku waduk juga menurun dan mulai tercemar logam berat. Padahal, air waduk merupakan cadangan air tawar untuk air minum dan ikan-ikan yang dibudidayakan dalam KJA juga untuk dikonsumsi masyarakat. DAS Citarum rusak karena baik di hulu dan di hilir pertumbuhan penduduk yang pesat, tidak bijaknya manusia dalam membuang limbah industri, perternakan, rumah tangga, dan pertanian, serta penyalahgunaan tata ruang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sampah-sampah yang menumpuk di DAS sungai citarum membuat bau yang sangat busuk ketika kita mendekat ke sungai citarum yang membuat sungai Citarum merupakan salah satu sungai terkotor di dunia yang telah mengakibatkan berbagai penyakit mucul, yang mengakibatkan masyarakat sekitar terkena penyakit-penyakit yang berbahaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Banjir yang melanda sejumlah kabupaten di Jawa Barat yang dilalui oleh aliran Sungai Citarum dinilai terjadi akibat buruknya kebijakan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum selama ini. Yang telah mengakibatkan banyak akibat dan kerugian yang diderita masyarakat sekitar sungai citarum, seperti sawah yang terendam banjir di Jawa barat merupakan salha satu akibat sedimentasi di DAS Citarum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">
<p><strong>Referensi Bacaan:</strong></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ci_Tarum">http://id.wikipedia.org/wiki/Ci_Tarum</a></p>
<p><a href="http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/sedimentasi-citarummengkhawatirkan.html">http://uwadadang.blogspot.com/2007/12/sedimentasi-citarummengkhawatirkan.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/josuasilitonga.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/josuasilitonga.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/josuasilitonga.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/josuasilitonga.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/josuasilitonga.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/josuasilitonga.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/josuasilitonga.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/josuasilitonga.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/josuasilitonga.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/josuasilitonga.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/josuasilitonga.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/josuasilitonga.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/josuasilitonga.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/josuasilitonga.wordpress.com/389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=josuasilitonga.wordpress.com&amp;blog=10927515&amp;post=389&amp;subd=josuasilitonga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://josuasilitonga.wordpress.com/2010/04/23/analisis-sedimentasi-di-sungai-citarum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15faf87a9a12fd17cf31acdabe6bad37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">josuasilitonga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/citarum.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">citarum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitledaaa1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">untitledaaa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://josuasilitonga.files.wordpress.com/2010/04/untitledaaaaaaaa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">untitledaaaaaaaa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
